Salah seorang pengunjung, Randi mengatakan, kawasan areal makam saat ini tampil lebih bagus dan bersih. Sebelumnya kondisi makam seperti kurang dijaga.
“Kondisi makam dulu sedikit kurang bersih dan warna bangunannya pun sudah pudar.Semoga kondisi seperti sekarang ini bisa terus dijaga bukan hanya karena moment ini saja,” katanya.
Dikisahkan Keumalahayati diangkat oleh Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil untuk mengantikan posisinya sebagai panglima Armada Selat Malaka. Atas persetujuan Sultan Al Mukammil, ia kemudian memimpin perjuangan dan pergerakan dibantu pasukan Inong Balee (Janda). Armada Inong Balee berkekuatan 1.000 orang membangun kekuatan militernya di Bukit Krung Rayeuk sebaigai benteng pertahanan.
Kepemimpinan Keumalahayatii saat itu sukses menjatuhkan Dua kapal Belanda yang dipimpin dua bersaudara Coernelis de Houtman dan Federick de Houtman. Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh. Sedangkan Federick de Houtman ditahan dan dijebloskan ke tahanan Kerajaan Aceh. Peristiwa itu menjadi saksi bagaimana kekuatan sosok panglima laut yang dipimpin oleh seorang wanita.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.