Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meriahnya Hari Suci Kuningan di Bali, Umat Hindu Berbondong-bondong Sembahyang Bersama

Antara , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2017 |12:37 WIB
Meriahnya Hari Suci Kuningan di Bali, Umat Hindu Berbondong-bondong Sembahyang Bersama
Ilustrasi. (dok.Okezone)
A
A
A

BALI - Berbagai kalangan umat Hindu di Kabupaten Buleleng, Bali, melaksanakan ritual persembahyangan dalam rangka Hari Suci Kuningan sebagai salah satu rangkaian dari Hari Suci Galungan.

"Kuningan dilaksanakan setelah sepuluh hari Galungan. Persembahyangan biasanya dilalukan di pura keluarga dan Pura Kahyangan Tiga atau tiga Pura utama di wilayah desa adat," kata Wakil Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Buleleng, Kadek Duwika, di Singaraja, Sabtu (11/11/2017).

Kuningan dilaksanakan meriah oleh segenap warga Hindu di Pulau Dewata. Selain sebagai simbol pelaksanakan bhakti kepada Tuhan, juga dijadikan sarana berkumpul dan bertegur sapa dengan sanak keluarga.

Duwika menjelaskan bahwa umat Hindu pada Kuningan berbondong-bondong melaksanakan persembahyangan bersama, mulai dari dewasa hingga anak-anak.

Besar-kecilnya ritual pun berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya di Bali. Ada yang melaksanakan ritual secara sederhana, ada pula yang melaksanakan ritual besar.

"Agama Hindu memiliki konsep desa, kala, patra. Pelaksanaan persembahyangan menyesuaikan dengan tempat, waktu dan keadaan di desa masing-masing," tutur dia.

Selain itu, pelaksanaan ritual pada Hari Kuningan juga ditandai dengan pembuatan nasi kuning sebagai panganan khas yang harus dihidangkan, baik untuk persembahan maupun konsumsi keluarga.

"Nasi kuning merupakan keharusan dalam Kuningan. Biasanya dikombinasikan dengan makanan khas Bali seperti sate, lawar dan lainnya," terang dia.

Sementara itu, Akademisi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Putu Sanjaya MAg mengungkapkan bahwa Kuningan merupakan Hari Suci yang jatuh pada 10 hari setelah Galungan. Kuningan secara kalender Bali yakni pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan.

"Secara makna dapat dipaparkan bahwa 'Kuningan' memiliki makna kauningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi diri dan mulat sarira," terang dia.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement