Image

Kasus Sejoli Ditelanjangi di Cikupa, Masyarakat Harus Diberi Pesan Tegas Tidak Boleh Menganiaya

Badriyanto, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 08:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 338 1814277 kasus-sejoli-ditelanjangi-di-cikupa-masyarakat-harus-diberi-pesan-tegas-tidak-boleh-menganiaya-riIAesJYqE.jpeg Ilustrasi kasus sejoli. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Nursyahbani Katjasungkana mengutuk pristiwa yang menimpa dua sejoli R (laki-laki) dan M (perempuan) yang diarak sekaligus ditelanjangi warga di Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Banten, karena dituduh berbuat mesum.

Nursyahbani meminta polisi segera menindak tegas para pelaku yang ternyata melibatkan ketua RT dan RW setempat. Seorang ketua RT dan RW seharusnya mengerti bahwa main hakim sendiri tidak diperbolehkan alias melanggar hukum.

"Harus diproses secara hukum, mana bisa main hakim sendiri. Pesan harus jelas kepada publik bahwa masyarakat tidak boleh main hakim sendiri," kata Nursyahbani saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (15/11/2017).

(Baca: Kasus Sejoli Diarak dan Ditelanjangi, Polisi Ringkus 6 Orang Termasuk Ketua RT & RW)

Ia menjelaskan, terlepas benar dan tidaknya tuduhan masyarakat terhadap pasangan kekasih itu, tugas ketua RT dan RW seharusnya memberikan bimbingan apabila mendapati warganya melakukan perbuatan tindak asusila, apalagi masih tergolong remaja.

"Sejoli tersebut harusnya mendapat bimbingan agar tidak menyalahi aturan dalam menjalin hubungan, bukan malah menganiayanya, yang sangat bertentangan dengan hukum dan tumbuhnya rasa mencinta di antara keduanya," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sepasang kekasih diarak dari rumah kontrakannya ke kantor RT di Kelurahan Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Banten, yang jaraknya sekira setengah kilometer. Sepanjang perjalanan R dan M dipersekusi serta dipaksa mengakui perbuatan asusila.

(Baca: Polisi: Stop Sebar Video Sejoli Diarak dan Ditelanjangi Jika Tak Mau Kena Masalah Hukum!)

Meski menjerit kesakitan, R dan M terus dipukuli oleh puluhan warga dan bahkan ditelanjangi. Aksi kejam itu ternyata diabadikan melalui video yang kemudian tersebar melalui pesan instan WhatsApp hingga viral dan menggegerkan masyarakat.

Sejauh ini polisi telah meringkus enam warga yang terlibat main hakim sendiri tersebut, di antaranya ketua RT dan RW setempat. Polisi masih sedang memburu pelaku lain, termasuk orang yang merekam dan menyebarluaskan video tidak layak ditonton itu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini