LONDON – Keluarga dari penjelajah legendaris Inggris, Benedict Allen mengutarakan kekhawatiran mereka atas nasib pria itu setelah dia dikabarkan hilang di pedalaman Papua Nugini. Allen diterjunkan dari helikopter ke hutan belantara terpencil Papua Nugini tiga pekan lalu dan sampai saat ini belum terdengar ada kabar darinya.
Dia diharapkan berhasil menemui Yaifo, sebuah suku yang diyakini sebagai suku terakhir di dunia yang tidak memiliki kontak dengan dunia luar. Pria yang juga dikenal sebagai seorang penulis itu tidak membawa ponsel ataupun perangkat GPS karena ingin hidup layaknya masyarakat setempat.
Allen dijadwalkan untuk melakukan perjalanan pulang ke Inggris pada akhir pekan ini, tetapi sampai saat ini dia tidak diketahui rimbanya.
"Dia tahu segalanya tentang cara bertahan hidup. Hanya saja yang mengkhawatirkan saya adalah ada orang jahat di hutan ini. Anda akan berpikir bahwa hutan-hutan itu benar-benar kosong, tetapi ada orang di sana,” kata Adik Allen, Katie Pestille sebagaimana dikutip dari Scotsman, Kamis (16/11/2017).
Kekhawatiran yang sama juga diutarakan oleh istri Allen, Lenka.
Berbeda dengan adik dan istri Allen, Frank Gardner yakin bahwa temannya itu baik-baik saja. Gardner telah dua kali melakukan perjalanan ke Papua Nugini dengan Allen tahun lalu.
"Saya akan mengatakan bahwa kemungkinan Benedict akan baik-baik saja, saya harap itu bukan kata-kata terakhir yang terkenal. Benedict selalu mengantisipasi hal seperti ini. Saya makan malam bersamanya sebelum dia pergi dan dia berkata, 'Dengar, saya yakin saya mungkin akan hilang kontak untuk beberapa lama dan orang tidak perlu khawatir akan hal itu,’" ujar Gardner.
Pada September, Allen menulis dalam blog-nya mengenai Suku Yaifo dan rencananya untuk menemui mereka.
"Yaifo adalah salah satu masyarakat terakhir di seluruh planet yang tidak berhubungan dengan dunia kita yang saling terkait. Pada Oktober saya menyewa sebuah helikopter untuk mengantarku ke stasiun misi yang ditinggalkan, Bisorio - tempat yang sepi," demikian tertulis dalam blog tersebut.
Allen adalah seorang penjelajah berpengalaman yang telah merekam enam seri acara untuk stasiun televisi BBC dan telah menerbitkan 10 buku mengenai penjelajahan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan kepada keluarga Allen dan mengontak pejabat lokal di Papua Nugini.
"Staf kami membantu keluarga seorang pria Inggris yang telah dilaporkan hilang di Papua Nugini, dan menghubungi pihak berwenang setempat."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.