nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cari Pendamping Ganjar di Pilkada Jateng, PDIP Diyakini Lirik Sosok Internal yang Kuat

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 18 November 2017 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 18 512 1816277 cari-pendamping-ganjar-di-pilkada-jateng-pdip-diyakini-lirik-sosok-internal-yang-kuat-N9MsHpwxx4.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Antara)

SEMARANG – Pertarungan untuk memperebutkan kursi Jawa Tengah 1 sudah semakin dekat. Sejumlah nama bermunculan, mulai mantan menteri hingga petahana, dan diprediksi kuat segera beradu strategi untuk mendongkrak popularitas serta elektabilitas.

Selain itu, faktor pendamping atau calon wakil gubernur juga dinilai sebagai hal yang tidak kalah penting untuk merebut simpati pemilih. Bahkan, PDIP sebagai satu-satunya partai politik yang bisa mengusung calon pasangan sendiri hingga kini masih menimbang figur cawagub pendamping Ganjar Pranowo.

"Jika Ganjar maju lagi, PDIP lebih ringan, karena dia sudah populer. Justru di PDIP sekarang adalah bagaimana mencari sosok wagub yang kuat. Feeling saya, Ganjar tetap akan direkom Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri). Mega akan mencari wagub yang kuat untuk jaga-jaga jika ada apa-apa, walau feeling saya tidak akan ada apa-apa," kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono, Sabtu (18/11/2017).

Ia menjelaskan, kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang mengaitkan nama Ganjar Pranowo saat masih menjadi anggota DPR bakal menjadi batu sandungan ketika terpilih lagi menjadi gubernur. Maka itu, disiapkan calon pendamping yang benar-benar kuat untuk menggantikan Ganjar jika terjadi hal-hal terburuk.

"Artinya jika ada apa-apa dengah Ganjar seperti kasus di DKI Jakarta. Ada apa-apa dengan Ahok (mantan Gubernur DKI), masih ada Djarot orang PDIP. Saya yakin wakilnya Ganjar nanti orang PDIP, tidak mungkin akan mengambil orang di luar PDIP, karena Jateng itu krusial, jadi hampir pasti PDIP tidak akan koalisi. Dia akan daftarkan sendiri," terangnya.

"PDIP sangat percaya diri karena di Jateng pemilihnya adalah pemilih tradisional. Pemilihnya sangat loyal kepada PDIP. Jadi, wakilnya pasti orang PDIP. Saya kok masih meyakini Ganjar yang direkomendasi, dicarikan wakilnya yang kuat untuk jaga-jaga. Misalnya kasus e-KTP Ganjar sampai terseret, begitu wakil gubernur masih orang PDIP, maka yang jadi gubernurnya tetap PDIP lagi," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini