BATAN Mulai Manfaatkan Teknologi Nuklir untuk Deteksi Sejumlah Penyakit Keras

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 07:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 21 337 1818020 batan-mulai-manfaatkan-teknologi-nuklir-untuk-deteksi-sejumlah-penyakit-keras-PyPozraFjp.jpg Teknologi nuklir pendeteksi kanker (FOTO: Okezone)

JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengatakan bahwa produk iradiasi nuklir juga banyak digunakan untuk kesehatan.

"Selain X-Ray, juga ada beberapa produk yang digunakan di dunia kesehatan untuk diagnosis dan juga terapi," ujar Kepala BATAN, Djarot Wisnubroto, di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Banten.

Produk yang dihasilkan BATAN melalui proses iradiasi nuklir tersebut yakni Kit Radio Farmaka Mibi (untuk diagnosis fungsi jantung), Kit Radio Farmaka MDP (untuk diagnosis sebaran kanker di tulang), Kit Radio Farmaka DTPA (untuk diagnosis ginjal), Samarium 153 EDTMP (untuk terapi kanker yang menyebar di tulang, dan MIBG 1131 (untuk diagnosis kanker neuroblastoma).

Selanjutnya produk iradiasi nuklir lainnya yang sedang antre untuk mendapatkan izin yakni Kit Radio Farmaka Etambutol (untuk diagnosis tuberculosis di luar paru), MIBG (untuk terapi kanker neuroblastoma) dan Kit Radiofarmaka MAA (untuk diagnosis kemampuan ginjal).

"Kami juga berupaya untuk meningkatkan kemampuan agar menghasilkan lebih banyak produk," jelas dia.

Sejauh ini, produk yang dihasilkan baru dari reaktor nuklir di Serpong. Ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan reaktor nuklir di Bandung dan juga Yogyakarta. "Agar bisa membantu reaktor yang di Serpong," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN), Hendig Winarno, mengatakan terapi dengan menggunakan nuklir aman untuk kesehatan asalkan tidak berlebihan.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini