Orang-orang Roma pada akhirnya berpegang pada satu tradisi yaitu ketika mereka membawa hewan baru ke Ibu Kota mereka akan memamerkannya tanpa ada adu gladiator antarhewan. Setelah Cesar mangkat, Roma dipimpin oleh Kaisar Commodus sejak 180 Masehi hingga 192 Masehi. Di masa inilah pertunjukan mengerikan kembali digelar.
Commodus diketahui membuat sebuah tontonan yang isinya adalah pembantaian terhadap para hewan. Jerapah menjadi salah satu hewan yang dilibatkan untuk dibantai selain badak, kuda nil dan gajah. Ketika Kaisar Philip the Arab berkuasa dari 244 sampai 249 masehi, tontonan pembataian hewan dihentikan.
Saat Kekaisaran Romawi mulai runtuh, jumlah jerapah menurun drastis. Dan mereka sekali lagi menjadi spesies hewan yang tak dikenal di Eropa setidaknya sampai Abad Pertengahan, ketika Lorenzo de 'Medici, penguasa terkenal dari Republik Florentine mengikuti jejak Caesar dan membawa seekor jerapah ke kota.
Sekali lagi, jerapah ini merupakan hadiah. Medici diduga mendapatkan Jerapah dari Sultan Burrji di Mesir, al-Ashraf Qaitbay. Hewan ini kembali menimbulkan kegemparan dan daya tarik nyata. Jerapah milik Medici mungkin merupakan jerapah pertama yang terlihat di Italia sejak zaman Romawi Kuno. Tapi jerapah gagal bertahan dan kembali tidak terlihat di Eropa selama sekira tiga abad kemudian.
(Rufki Ade Vinanda)