QUEENSLAND - Sebuah sekolah di Bundaberg, Queensland, Australia, melarang para murid memakan dan membawa permen tongkat meskipun sebagai hadiah Natal. Bagi mereka, permen itu menyebabkan gula berlebih pada murid-murid.
Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (25/11/2017), Branyon Road State School mengirim pesan kepada para orangtua murid untuk tidak membawa permen bercorak garis-garis itu ke sekolah. Geoff Fitzgerald, kepala sekolah di sana, mengatakan aturan ini tak ada hubungannya dengan Natal dan hanya menjaga kesehatan para siswa.
“Kami pertama kali melihat anak-anak membawa lima, enam, atau tujuh permen itu di tangannya saat pagi hari. Mereka memakan permen itu untuk dijadikan sarapan, dan itu tidak ideal,” jelas Fitzgerald.
Adapun pihak sekolah baru menerapkan aturan tersebut pada tahun ini. Selain karena gula, larangan membawa permen itu dibuat karena bungkusnya hanya akan menjadi sampah.
Di sisi lain, seorang orangtua murid menganggap itu sebagai ‘peraturan konyol’. Ia pun berjanji tidak akan membiarkan hal itu merusak Natal anak-anak.
Kayla Reid yang dua anaknya bersekolah di sana, mengaku kaget dan sedih membaca pesan larangan tersebut. Bagi ibu tiga anak ini, masih banyak makanan yang lebih tidak sehat di dalam bekal anak-anak setiap harinya.
Selain merusak tradisi Natal keluarga, Reid menganggap larangan itu justru dapat membuat para murid tidak terbuka. Para orangtua pun berjanji untuk tidak menuruti aturan itu.
Seorang juru bicara Departemen Pendidikan Queensland mengatakan, tidak ada kebijakan resmi mengenai siswa dilarang membawa permen tongkat. Saat dikonfirmasi soal itu, pihak Branyan Road State School menolak berkomentar. (Hotlas Mora Sinaga/Magang)
(Rufki Ade Vinanda)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.