nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei Indo Barometer, Hary Tanoe Masuk Bursa Cawapres 2019

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017 20:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 03 337 1824487 survei-indo-barometer-hary-tanoe-masuk-bursa-cawapres-2019-uPqf7UjUXp.jpg Hary Tanoe masuk bursa cawapres (foto: Okezone)

JAKARTA - Indo Barometer merilis hasil survei mengenai elektabilitas banyak tokoh jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Hasilnya, nama Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoesibjo masuk dalam deretan bursa calon wakil presiden (Cawapres).

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan nama Bos MNC Group itu masuk dalam urutan 9 dari 21 nama tokoh yang disodorkan pihaknya kepada responden. 

Tingkat elektabilitas Hary Tanoe sebesar 2,3 persen mengungguli Aa Gym yang mendapat raihan suara 2,1 persen, Puan Maharani 2,0 persen, Tito Karnavian 1,8 persen, Deddy Mizwar 1,7 persen, Jusuf Kalla 1,0 persen, dan Ahmad Heryawan 0,8 persen.

Lalu, ada juga nama Bima Arya Sugiarto yang meraih suara sebesar 0,7 persen, Sandiaga Uno 0,4 persen, Setya Novanto 0,3 persen, Ganjar Pranowo 0,3 persen dan Ahmad Syaikhu 0,3 persen.

Sementara beberapa nama lainnya yang menempati posisi teratas sebagai cawapres 2019 diduduki Anies Baswedan. "Dari pertanyaan terbuka cawapres, awareness paling tinggi terhadap Anies 10,5 persen, AHY 9,6 persen, Ahok 9,6 persen, Gatot Nurmantyo 9,6 persen, Ridwan Kamil 7,3 persen, Sohibul Iman 5,4 persen, Moeldoko 3 persen dan Puan Maharani 2,8 persen," kata Qodari di Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Sementara itu, lanjut dia, sebanyak 64,3 persen responden mengaku pernah mendengar nama Hary Tanoe dan 35,6 persen tidak pernah mendengar namanya. Perolehan suara Hary Tanoe bersaing ketat dengan Agus Harimurti Yudhoyono yang mendapat perolehan angka lebih besar, yakni 64,6 persen dan yang tidak mengenalnya 32,7 persen.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 15-23 November 2017 di 34 provinsi di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini