"Setelah ditanyai oleh gurunya dia mengaku saat bersama rombongan pelajar lain mau masuk lapangan untuk menjadi suporter, ternyata ada remaja yang sudah tidak sekolah itu menawari pil PCC secara gratis kepada anak-anak. Nah, ini fenomenanya pil PCC itu dibagikan secara gratis," katanya.
Sampai sekarang, pihak BNN juga belum mengetahui identitas pemberi pil PCC gratis kepada pelajar tersebut. Laporan dari kepala sekolah, bahwa siswa yang diberi PCC gratis itu dalam catatan sekolah tergolong siswa tidak nakal.
Pihaknya juga mendapat informasi ada pelajar SMP di Parakan yang tinggal bersama kakeknya di Desa Jamusan, Kecamatan Jumo yang memiliki catatan tertentu.
Dia pindahan dari Kabupaten Bogor Jawa Barat, karena di sana dia selalu dibuli oleh kawan-kawannya dengan cara dicekoki pil ekstasi dan sabu-sabu.
Ia menuturkan dari dua kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa peredaran narkoba memprihatinkan, tidak lagi tawar menawar harga, tetapi ada pemberian gratis, bahkan dengan model pemaksaan atau dicekoki.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.