Image

Kata Dubes AS Soal Rencana Pemindahan Kedubes ke Yerusalem

Reni Lestari, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 08:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826492 kata-dubes-as-soal-rencana-pemindahan-kedubes-ke-jerusalem-VAReHdfmwN.jpg Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan Junior (Foto: Reni Lestari/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr di kantornya. Donovan mengatakan, pertemuan tersebut banyak membicarakan kemitraan strategis dan rencana investasi sejumlah perusahaan AS di Indonesia di bidang energi.

Ditanya mengenai rencana pemindahan kantor kedutaan besar (Kedubes) AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, Donovan mengatakan hal tersebut tak menjadi bahasan dalam perbincangannya dengan JK. Tetapi pihaknya telah menangkap sikap pemerintah Indonesia mengenai persoalan ini setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Ibu Retno menyatakan bagaimana posisi Indonesia terhadap permasalahan ini, dan saya juga sudah menjelaskan pernyataan ini ke pemerintah AS," kata Donovan di Kantor Wakil Presiden, Rabu 6 Desember 2017. 

Meski dikecam banyak kalangan, Donovan mengatakan AS tetap berkomitmen terhadap kesepakatan jangka panjang antara rakyat Palestina dan Israel untuk menyudahi konflik berkepanjangan tersebut.

"Pemerintah AS tetap memiliki komitmen kuat terhadap kesepakatan jangka panjang antara Palestina dan Israel, dan itu juga termasuk pada kesepakatan solusi dua negara jika itu yang diinginkan oleh dua pihak," kata dia.

Mengenai hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan posisi Indonesia sudah jelas menentang rencana tersebut. JK menilai langkah AS tersebut akan menambah rumit situasi politik di Timur Tengah yang keruwetannya bersumber utama dari konflik antara Palestina dan Israel.

BACA JUGA: JK: Indonesia Menentang Rencana Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

"Resikonya lebih ruwet politik di Timur Tengah, karena sumber daripada banyak keruwetan itu ya konflik Palestina-Israel. Dan usaha AS untuk menjadi penengah, itu akan susah," kata JK.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini