Image

Bahas Status Yerusalem, Jokowi Pastikan OKI Bersidang 13 Desember

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 12:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826618 bahas-status-yerusalem-jokowi-pastikan-oki-bersidang-13-desember-1QNJS0uG14.jpeg Presiden RI Joko Widodo memastikan OKI akan menggelar sidang khusus (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

BOGOR - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan menggelar sidang khusus guna membahas pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberikan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Ia mengungkapkan, bahwa sidang khusus tersebut akan berlangsung pada Rabu13 Desember 2017 yang berlokasi di Istanbul, Turkri.

"Tapi yang jelas nanti kalau OKI sudah memutuskan untuk segera bersidang saya akan datang langsung di sidang OKI tersebut," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).

Kepala Negara menambahkan, pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan seluruh negara-negara OKI guna mempercepat sidang pembahasan pernyataan sepihak Amerika Serikat tentang Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah Indonesia juga berniat akan mengirimkan nota diplomatik kepada Amerika Serikat guna meminta klarifikasi pernyataan sepihak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.

"Nanti akan ditindaklanjuti oleh Kemenlu," ucapnya.

Presiden Jokowi juga berencana akan menghubungi langsung Presiden Donald Trump usai digelarnya sidang khusus oleh negara-negara OKI tersebut.‎ "Nanti setelah sidang OKI (menghubungi Donald Trump). Yang penting sidang OKI dulu," simpulnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah AS telah mengumumkan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu dinilai tidak saja membahayakan proses perdamaian tetapi juga perdamaian dan stabilitas terutama di kawasan Timur Tengah.

Negeri Paman Sam sebelumnya selalu mempertahankan status quo dari Yerusalem dan berkeras bahwa status Yerusalem harus ditentukan melalui dialog, bukan pengakuan sepihak. Akan tetapi, sikap tersebut dilanggar secara sepihak lewat pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Menlu Retno menyampaikan, negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) direncanakan akan melakukan pertemuan khusus untuk merespons keputusan tersebut. Pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat meski belum dapat diketahui persisnya kapan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini