Image

Survei Elektabilitas Cawapres Tertinggi, Gerindra Ingin Anies Tetap Pimpin Jakarta

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 07:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 337 1827107 survei-elektabilitas-cawapres-tertinggi-gerindra-ingin-anies-tetap-pimpin-jakarta-ejfFADCV7m.jpg Anies Baswedan jabat dengan warga. Foto Antara/Galih Pradipta

JAKARTA – Lembaga survei Indo Barometer menempatkan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada posisi teratas sebagai kandidat calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2019.

Anies Baswedan mengalahkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengakui nama Anies memang masuk dalam radar cawapres Partai Gerindra. Namun, Gerindra masih meminta Anies Baswedan untuk tetap bekerja memimpin Kota Jakarta.

"Mas Anies juga tentu masuk dalam radar kami tapi kan poltik dinamis. Kedua kan Anies baru satu bulan lebih memimpin Jakarta. Ya nanti lah kita lihat tahun depan setelah Mas Anies setahun bekerja," ujar Andre saat dihubungi Okezone, Jumat (8/12/2017).

Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Tinggi, Pengamat: Dia Memang Layak Maju di Pilpres

Meski begitu, Gerindra tetap akan melihat respon dari masyarakat terkait seberapa besar keinginannya untuk Anies bisa maju di Pemilu 2019.

"Kalau rakyat ingin Mas Anies jadi pendamping Pak Prabowo kan ini bisa dipertimbangkan," tukasnya.

Sejauh ini Anies belum menjawab secara pasti apakah akan maju dalam Pilpres 2019. Dirinya berujar hanya ingin fokus mengatasi banjir di wilayah DKI Jakarta. Baca: Masuk Radar Cawapres, Anies: Saya Lagi Fokus Urus Banjir Jakarta

(Anies Baswedan memantau pengerukan kali Krukut. Foto Ist)

Elektabilitas Anies menjadi cawapres mendapat angka 10,5% dalam pertanyaan terbuka kepada masyrakat. Sementara berdasarkan pertanyaan tertutup dengan dibatasi 12 nama cawapres, elektabilitas Anies meningkat menjadi 11,8%.

Anies pada Pilpres 2014 merupakan salah satu juru bicara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Bahkan ketika jagoannya menang, Anies diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun perjalanannya di Kabinet Kerja terhenti, karena terkena perombakan.

Sebelum menjadi jubir Jokowi-JK, perjalanan politik Anies dimulai melalui konvensi Partai Demokrat. Saat itu Anies Baswedan kalah dari Dahlan Iskan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini