Image

Di Sidang Praperadilan, KPK Sebut Status Setya Novanto Terdakwa

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 337 1827451 di-sidang-praperadilan-kpk-sebut-status-setya-novanto-terdakwa-bSh037lyl3.jpg Sidang praperadilan Setya Novanto di PN Jaksel, Kamis, (7/12/2017). (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dalam sidang praperadilan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, status Setya Novanto sudah menjadi terdakwa dalam kasus korupsi e-KTP.

“Adapun pada faktanya, pada saat jawaban praperadilan aquo diajukan pada tanggal 8 Desember 2017, pemohon Setya Novanto tidak lagi menyandang status sebagai tersangka, melainkan sudah berstatus sebagai terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasonal (KTP elektronik),” kata Kabiro Hukum KPK Setiadi di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2017).

Setiadi menjelaskan, KPK berpandangan dan berdasarkan Pasal 1 Angka 15 KUHP yang menyatakan terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa, dan diadili di sidang pengadilan.

“Adapun telah beralihnya status pemohon Setya Novanto dalam perkara aquo dari status tersangka menjadi terdakwa telah secara jelas dan tegas berdasarkan Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa atas nama Terdakwa Setya Novanto Nomor B-436/24/12/2017 tanggal 6 Desember 2017,” jelas Setiadi.

(Baca Juga: 'Terbentur' Sidang E-KTP, Hakim: Apa Gunanya Praperadilan Setnov Dilanjutkan?)

Setiadi menambahkan, hal tersebut juga dikarenakan berkas Setya Novanto ditambah dengan dokumen-dokumen lainnya yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Berdasarkan hal tersebut maka pelimpahan terdakwa atas nama Setya Novanto yang dilakukan termohon pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk segera memeriksa, mengadili, dan memutuskan perkara pemohon yangg telah berstatus terdakwa bukan lagi tersangka telah sesuai Pasal 137 juncto Pasal 143 ayat 1 KUHAP,” tuturnya.

Sidang praperadilan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto akan dilanjutkan pada Senin 11 Desember 2017, dengan agenda mendengarkan saksi ahli dari pihak pemohon.

(Baca Juga: Sidang Praperadilan, KPK Nyatakan Penetapan Tersangka Setya Novanto Sah Menurut Hukum)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini