Image

GP Ansor Kecam Pernyataan AS soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 337 1827495 gp-ansor-kecam-pernyataan-as-soal-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-WQSCT3EH66.jpg

JAKARTA - GP Ansor Jakarta Timur kecam pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan Kantor Dubesnya di Kota Suci tersebut.

Langkah Presiden Donal Trump, jelas GP Ansor, yang akan memindahkan Duta Besar dari Tel Aviv ke Yerussalem Timur merupakan tindakan pembangkangan terhadap kesepakatan proses perdamaian di negara-negara arab serta menimbulkan masalah baru yang tidak adil bagi rakyat Palestina.

"Karena perjanjian untuk mengakhiri perang dengan mengakui keberadaan Negara Israel dan Palestina dalam Resolusi PBB Nomor 242 dan 338 yang isinya mencakup kewajiban Israel meninggalkan wilayah Palestina yang direbutnya pada perang 1967. Namun hal ini bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Donal Trump," jelas Ketua PC Ansor Jakarta Timur, KH. Mahmud Muzofar.

Tindakan Donald Trump, lanjut Mahmud, bukan hanya tidak disukai oleh Palestina, namun dapat menimbulkan ketegangan dunia sehingga mengakibatkan masalah kemanusiaan yang serius.

"Konflik yang terjadi di Palestina dan Israel merupakan konflik kemanusiaan yang saat ini masih dalam proses perdamaian, namun pernyataan presiden Donal Trump dengan mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel merupakan langkah buruk dan dapat memperparah konflik yang terjadi di kawasan timur tengah," tegas Mahmud.

Tindakan ini, ungkap Mahmud, juga akan mengakibatkan meningkatnya sentimen keagamaan masyarakat dunia dalam memandang konflik antara Palestina dan Israel. Keterlibatan Amerika dalam konflik Palestina dan Israel dapat meningkatkan radikalisme di Negara-negara muslim termasuk Indonesia, akan ada banyak gerakan-gerakan anti barat, anti Amerika yang dapat menjadi celah penyebaran kebencian terhadap Agama lain,

"Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang setia dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 akan tetap konsiten dalam mendorong upaya perdamaian Dunia dan menolak segala bentuk penjajahan yang ada di atas Dunia," lanjut Mahmud.

GP Ansor pun mengecam pernyataan tersebut dan meminta Donald Trump membatalkan pernyataannya yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel. Karena, lanjut Mahmud, Langkah Donald Trump terhadap yerusalem akan membangkitkan kemarahan umat islam dunia.

GP Ansor juga Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan Diplomasi yang lebih serius dalam mencegah Israel melanggar perjanjian perdamaian.

"Kami menyerukan kepada Masyarakat Indonesia khususnya umat Islam tidak terpancing oleh provokasi yang mengatasnamakan agama terkait konflik di Palestina. GP Ansor menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendo’akan agar konflik yang terjadi di kawasan timur tengah segerah berakhir," pungkas Mahmud.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini