Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

GP Ansor Kecam Pernyataan AS soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

GP Ansor Kecam Pernyataan AS soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
A
A
A

JAKARTA - GP Ansor Jakarta Timur kecam pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan Kantor Dubesnya di Kota Suci tersebut.

Langkah Presiden Donal Trump, jelas GP Ansor, yang akan memindahkan Duta Besar dari Tel Aviv ke Yerussalem Timur merupakan tindakan pembangkangan terhadap kesepakatan proses perdamaian di negara-negara arab serta menimbulkan masalah baru yang tidak adil bagi rakyat Palestina.

"Karena perjanjian untuk mengakhiri perang dengan mengakui keberadaan Negara Israel dan Palestina dalam Resolusi PBB Nomor 242 dan 338 yang isinya mencakup kewajiban Israel meninggalkan wilayah Palestina yang direbutnya pada perang 1967. Namun hal ini bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Donal Trump," jelas Ketua PC Ansor Jakarta Timur, KH. Mahmud Muzofar.

Tindakan Donald Trump, lanjut Mahmud, bukan hanya tidak disukai oleh Palestina, namun dapat menimbulkan ketegangan dunia sehingga mengakibatkan masalah kemanusiaan yang serius.

"Konflik yang terjadi di Palestina dan Israel merupakan konflik kemanusiaan yang saat ini masih dalam proses perdamaian, namun pernyataan presiden Donal Trump dengan mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel merupakan langkah buruk dan dapat memperparah konflik yang terjadi di kawasan timur tengah," tegas Mahmud.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement