nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Pekan Ditahan, Mahasiswa Indonesia Dideportasi dari Mesir

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 09 Desember 2017 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 09 18 1827790 dua-pekan-ditahan-mahasiswa-indonesia-dideportasi-dari-mesir-nTZDVPx12i.jpeg Fungsi Konsuler KBRI Kairo, Ninik Rahayu, dan istri Duta Besar Indonesia, Ria Latifa, menjenguk Muhammad Fitrah (Foto: Istimewa)

KAIRO – Otoritas Mesir akhirnya mendeportasi mahasiswa asal Indonesia, Muhammad Fitrah, setelah sebelumnya mendekam di tahanan sejak 22 November. Mahasiswa Al Azhar asal Riau itu dijebloskan ke tahanan karena tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian yang lengkap.

Dinas Keamanan Nasional Mesir akhirnya memutuskan Fitrah untuk dideportasi ke Indonesia pada dini hari waktu setempat. Ia dibawa dari Kantor Polisi Nasr City, Kairo, ke bandara pada Jumat 8 Desember malam waktu setempat.

"Fitrah dibawa dari penjara Kantor Polisi Nasr City Kairo ke Bandara Kairo, Jumat malam dan dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan Sabtu dini hari waktu Kairo," ujar Duta Besar (Dubes) RI untuk Mesir, Helmy Fauzy, dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Sabtu (9/12/2017).

Ia menjelaskan, setelah mendapat konfirmasi terkait deportasi tersebut pada Kamis 7 Desember, pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) segera mengatur kepulangan Fitrah dengan penerbangan pada kesempatan pertama yang tersedia. Pihak KBRI terus mendampingi Fitrah selama proses pemulangan.

Saat menjenguk Fitrah pada 6 Desember, KBRI Kairo telah memfasilitasi Fitrah untuk berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia.

"Waktu membesuk kemarin bersama Ibu Dwi Ria Latifa, istri Dubes Helmy, langsung dihubungkan dengan keluarganya di Riau per telpon,” terang Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Kairo, Ninik Rahayu.

BACA JUGA: PPMI Mesir Sesalkan Respons KBRI atas Penangkapan 5 Mahasiswa Indonesia

Muhammad Fitrah adalah salah satu dari 19 mahasiswa Indonesia yang dideportasi oleh pemerintah Mesir pada 2017. Pada 22 November, Fitrah ditangkap bersama empat mahasiswa lainnya dalam razia aparat keamanan Mesir di kawasan Nasr City, Kairo.

Dubes Helmy mengatakan, dua mahasiswa telah dibebaskan langsung di hari yang sama karena bisa menunjukkan izin tinggal. Sementara itu dua orang lainnya telah dideportasi ke Indonesia pada 30 November. Meski masih memiliki izin tinggal, Fitrah tetap dideportasi dengan alasan keamanan.

"Ini yang sedang kita akan dalami dan komunikasikan dengan Pemerintah Mesir. Alasan keamanan seperti apa yang membuat Fitrah harus dideportasi meski dia memiliki izin tinggal", kata mantan anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Dalam keterangan pers sebelumnya, atas alasan situasi dan prosedur imigrasi dan keamanan yang belum kondusif di Mesir, KBRI Kairo mengimbau pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara pengiriman mahasiswa Indonesia ke Mesir. Dubes Helmy khawatir insiden penahanan kembali terulang mengingat Mesir dalam keadaan darurat dan terdapat mahasiswa yang belum memperoleh perpanjangan izin tinggal.

"Imbauan ini ditujukan sebagai upaya perlindungan warga dan tentu semua ini untuk kepentingan ketenangan proses studi mahasiswa di Mesir,” tutup Dubes Helmy.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini