Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mereka yang Ditolak Berdakwah, dari Abdul Somad hingga Irshad Manji

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |11:04 WIB
Mereka yang Ditolak Berdakwah, dari Abdul Somad hingga Irshad Manji
Ustad Abdul Somad dan Ustad Felix Siauw (Instagram Ust. Abdul Somad)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah pendakwah Islam, baik yang dinilai 'konservatif' maupun 'liberal' ditolak berdakwah di beberapa tempat di tanah air oleh kelompok umat Islam tertentu. Oleh karena itu, dua cendekiawan Muslim menyarankan agar para ulama 'mengontrol diri' dan tidak berpandangan 'hitam-putih' saat menyampaikan ceramahnya.

Yang terakhir ramai dibahas adalah kasus Ustad Abdul Somad yang ditolak berdakwah oleh sekelompok warga di Bali -antara lain oleh Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid, pada Jumat 8 Desember lalu.

"Di Youtube beredar pernyataan dia (Somad) mengatakan (bahwa) umat lain kafir. Dia selalu bicara soal dukungan pada pembentukan kilafah. Padahal masyarakat sudah sepakat untuk mendukung Pancasila dan NKRI," kata Gus Yadi, Ketua Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid, kepada BBC Indonesia.

Namun setelah dimediasi oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, Ustad Somad akhirnya dibolehkan berceramah setelah 'melantunkan Lagu Indonesia Raya dan mencium bendera merah putih' sesuai permintaan penentangnya.

Tidak hanya kepada penceramah yang dinilai 'konservatif', penolakan juga terjadi pada pendakwah Islam yang dianggap 'liberal', seperti yang dialami penulis berbagai buku tentang Islam, asal Kanada, Irshad Manji, pada Mei 2012 lalu.

Diskusi buku Manji yang berjudul Allah, Liberty and Love, di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, kala itu ditetang oleh sejumlah ormas, di antaranya Front Pembela Islam (FPI), yang menuding Irshad Manji sedang mengampanyekan LGBT.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement