JAKARTA - Sejumlah lokasi sementara (loksem) akan dibangun oleh Pemkot Jakarta Barat. Hal itu dilakukan untuk menampung para pedagang kaki lima (PKL) agar tak lagi berjualan di trotoar dan mengganggu pejalan kaki.
Camat Taman Sari, Firman Ibrahim mengatakan, penanganan PKL cukup dilematis. Satu sisi PKL kerap mengganggu jalan, menyebabkan kemacetan, hingga membuat kesemrawutan. Namun, PKL juga membantu masyarakat, dengan menghidupkan ekonomi masyarakat.
“Melihat itu, kami ingin membangun beberapa titik loksem untuk PKL. Tujuannya untuk menata kondisi PKL dan tak mengganggu lalu lintas jalan,” kata Firman ketika dihubungi Senin 11 Desember 2017.
(Baca Juga: Wagub DKI: Kesemrawutan Pasar Tanah Abang Bukan Hanya Disebabkan PKL!)
Firman menuturkan, salah satu yang menjadi masalah yakni, PKL Kota Tua. Kian tahun kondisi PKL Kota Tua tak beraturan, kemacetan terjadi setiap kali musim liburan, pengunjung yang datang membuat pkl menjamur, akibatnya Kota Tua kian semrawut.
Kepala Sudin KUMKMP Jakarta Barat, Nuraini Sylviana mengakui ada sekitar belasan titik loksem yang dirancang pada tahun 2018 mendatang. “Diajukan kami, tapi masih tunggu rapat dengan Kabag Ekonomi dulu,” ucap Sylvi dikonfirmasi.
Sylvi menuturkan, pembangunan loksem telah disetujui oleh Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi yang dituangkan melalui surat keputusan (SK). SK ini nantinya menjadi payung pembangunan loksem tahun mendatang.
Kini untuk mencapai hal itu, pihaknya bakal berkoordinasi dengan sejumlah SKPD. Bila disetujui baru dirinya akan mencari sponsor membangun melalui dana CSR sejumlah perusahaan swasta.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.