"Anak saya kan belum punya KIS karena masih bayi. Saya bawa KTP sama Jamkesmas punya saya," ucap Emiti.
Hampir setengah jam ia berdiri menanti tanpa kepastian hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Dirinya sempat mampir ke bidan di dekat rumahnya, namun apes karena yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat praktik.
"Akhirnya saya beli obat seadanya di warung. Saya juga kasih ASI bisa, mau minum dia. Tapi masih belum sembuh," lirihnya.
Hari penuh duka lara itu pun tiba. Hingga akhirnya pada Minggu 10 Desember 2017 sekira pukul 10.00 WIB Icha dipanggil menghadap sang khalik untuk selama-lamanya. Nyawa bayi malang itu gagal terselamatkan akibat lambatnya penanganan medis.