nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bersama Kemenlu, Kemendagri Serahkan Data Kependudukan ke KPU

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 13:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 15 337 1830787 bersama-kemenlu-kemendagri-serahkan-data-kependudukan-ke-kpu-FDBSqNhgRp.jpg Bersama Kemenlu, Kemendagri serahkan data kependudukan ke KPU (Foto: Fahreza Rizky)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan data Warga Negara Indonesia (WNI) bertempat di luar negeri dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam rangka persiapan Pemilu 2018 dan 2019.

Penyerahan data penduduk tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo dan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mochammad Fachir kepada Ketua KPU Arief Budiman. 

Arief mengatakan, penyerahan DP4 dan data WNI yang tinggal di luar negeri merupakan proses penting dari persiapan penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, KPU merasa nyaman mempersiapkan tahapan pemilu karena mendapat dukungan dari berbagai instansi, khususnya terkait data kependudukan.

(Baca Juga: Mendagri: Pilkada Serentak Sukses Apabila Partisipasi Masyarakat Meningkat)

Selain itu, kata Arief, sistem data kependudukan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin baik. Itu terbukti dari tersedianya database data kependudukan yang tercatat dari semua instansi. Semuanya menjadi satu sehingga tidak menyulitkan KPU untuk memverifikasi data peduduk tersebut untuk dijadikan data pemilih.

"Kami merasa nyaman, dari tahun ke tahun sistem (pendataan penduduk) semakin baik dan dukungan semakin baik. Jadi, sekarang data penduduk kita di dalam dan luar negeri sudah semakin baik, ini mengurangi potensi konflik," kata Arief di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017).

Arief menuturkan, data yang sudah diserahkan kepada KPU selanjutnya akan diverifikasi dan disinkronisasikan. Setelah itu, data tersebut akan dicocokan dan diteliti (coklit). Penyelesaian penghimpunan data kependudukan untuk Pilkada 2018 ditargetkan rampung pada Desember 2017. Sedangkan untuk Pemilu 2019 ditargetkan rampung pada Desember 2018.

(Baca Juga: 5 Daerah yang Diprediksi Akan Memanas di Pilkada 2018)

Mantan anggota KPU Jatim ini menuturkan, selisih data kependudukan yang disinkronkan semakin membaik. Pada 2014 pihaknya menemukan selisih data hingga 10 juta. Lalu, selisih data tersebut semakin menurun dari tahun ke tahun menjadi 6 juta hingga 2 juta.

"Terakhir data Pemilukada 2017 data selisih kita hanya sekitar 1 jutaan. Kalau di prosentase itu hanya sekitar 1,2 persen. kita berharap data ini semakin mengecil," ungkap Arief.

Dengan adanya sistem data kependudukan yang terintegrasi, maka akan lebih mudah bagi KPU untuk mengecek kegandaan data pemilih. "Sekarang kan data sudah integrated. Sekarang lebih riil. Maka catatan partisipasi jauh lebih riil," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini