Tanpa ada MCK apalagi penerangan listrik. Di situlah aktifitas kehidupan Tri dan keluarga sehari-hari di lakukan. Memasak, juga harus tidur berhimpitan di ruangan yang sempit.
"Saya tidak memiliki rumah, inipun (rumah pohon) dikasih sama warga karena kasihan," jelas Tri, Minggu (17/12/2017).
Menurut cerita pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung ini awalnya, dirinya bersama dua anak dan istrinya tidur di jalanan dan terkadang juga tidur di emperen toko milik warga.
Karena mereka kasihan melihat kondisinya yang harus tidur di emperan toko, warga akhirnya membangunkan rumah pohon di hutan jati.
(Mufrod)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.