PALESTINA - Badan Intelijen Militer Palestina menahan Mohamed al-Dayya, Brigadir Jenderal di Badan Keamanan Nasional Palestina. Al Dayya juga merupakan pengawal pribadi almarhum Mantan Presiden Yasser Arafat.
Middle East Monitor (Memo), Rabu (27/12/2017), melansir, penahanan ini dilakukan beberapa hari lalu di Ramallah karena Al Dayya mengkritik kebijakan Otoritas Palestina. Dikabarkan, Al Dayya juga memulai aksi mogok makan untuk memprotes penahanan sewenang-wenang terhadap dirinya.
Pada pernyataan resminya yang disampaikan Senin 25 Desember, keluarga Al Dayya menyampaikan, "Kami mengaku terkejut dengan penahanan ilegal dan tidak adil terhadap anak kami, Brigadir Jenderal General Mohammed al-Dayya, oleh Badan Intelijen Militer Palestina empat hari lalu."
Keluarga Al Dayya mengonfirmasi bahwa mereka menanyakan dakwaan yang dituduhkan pada Al Dayya. Otoritas Palestina menjawab, penahanan itu dilakukan karena Al Dayya salah mengelola website, serta mengkritik kebijakan Otoritas Palestina dan kolega terdekat Presiden Mahmoud Abbas.
Keluarga menyebut, Al Dayya telah menolak semua tuduhan itu saat proses interogasi. Keluarga juga dilarang menemui atau menghubungi Al Dayya. Selain itu, Al Dayya juga dipindahkan ke tempat yang tidak diketahui.
Menurut keluarga, Intelijen Militer bertanggung jawab atas hidup Al Dayya. Mereka mengklaim, Al Dayya memulai aksi mogok makan untuk "menentang kebijakan yang tidak adil terhadapnya". Keluarga juga meminta Presiden Mahmoud Abbas dan semua pihak untuk segera membebaskan Al Dayya.
Selama berpuluh-puluh tahun, Al Dayya bertugas sebagai pengawal khusus bagi almahum Mantan Presiden Yasser Arafat. Pemimpin Organisasi Palestina Merdeka (PLO) itu bahkan menganggap Al Dayya sebagai anaknya.
Al Dayya menemani Arafat ke mana saja ia pergi. Hal ini dibuktikan dengan berbagai foto Arafat yang selalu memperlihatkan Al Dayya di dekatnya.
Arafat sendiri menunjuk Al Dayya sebagai pengawal pribadi setelah kematian ayahnya, Yusuf al-Dayya. Yusuf merupakan pengawal Arafat sebelum terbunuh dalam serangan bom di rumah Abu Ammar di Tunis, Hammam al-Shat.
Kala itu, Mohamed al-Dayya masih menempuh studi di Jerman. Ia lalu pulang ke Palestina saat mendengar ayahnya wafat. Abu Ammar, julukan Arafat, menunjuk Al Dayya sebagai pengawal pribadi untuk menggantikan ayahnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.