nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Azwar Anas Angkat Bicara soal Foto Hot dengan Paha Wanita

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 15:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 05 519 1840628 azwar-anas-angkat-bicara-soal-foto-hot-dengan-paha-wanita-8WMVVxHetj.jpg Abdullah Azwar Anas (foto: Okezone)

SURABAYA - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim, salah satunya beredar foto paha seorang wanita bersama dirinya di media sosial.

Menurut Anas, sudah ada sejumlah upaya pembunuhan karakter, termasuk teror yang kerap diterima keluarganya.

(Baca Juga: PDIP Bantah Azwar Anas Mundur dari Cawagub Gus Ipul di Pilgub Jatim)

”Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa ditempa pembunuhan karakter. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan sebagainya. Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut,” jelas Anas dalam keterangan yang diterima Okezone, Jumat (5/1/2018).

”Bahkan saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak,” imbuh Anas.

Anas menyebut, membangun daerah memang bukan suatu hal yang mudah. Ada banyak tantangan. Namun, karena dukungan penuh masyarakat, kemudian terbukti banyak perubahan di Banyuwangi.

"Ya ini saya anggap sebagai risiko lah, apapun yang datang menghadang untuk kebaikan banyak orang seperti program Rantang Kasih yang memberi makanan bergizi tiap hari ke lansia, program uang saku tiap hari bagi pelajar miskin dan sebagainya, ya itu sudah biasa kita hadapi jika ada yang menyerang terkait momen politik,” papar Anas.

(Baca Juga: Risma Gantikan Azwar Anas Dampingi Gus Ipul di Pilgub Jatim?)

Program-program ekonomi kerakyatan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen. Angka kemiskinan pun menurun cukup pesat menjadi 8,79 persen pada 2016, jauh lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jatim yang tembus dua digit.

Produk Domestik Regional Bruto naik 104 persen dari Rp32,46 triliun menjadi Rp 66,34 triliun. Banyuwangi juga terus menjadi daerah dengan inflasi terendah se-Jatim.

”Kita kan juga sudah punya Mall Pelayanan Publik yang mengintegrasikan ratusan izin dan dokumen di satu tempat yang transparan, tanpa pungli,” tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini