Share

Presiden Amerika Serikat ke-26, Theodore Roosevelt Tutup Usia di Bukit Sagamore

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Sabtu 06 Januari 2018 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 06 18 1840975 presiden-amerika-serikat-ke-26-theodore-roosevelt-tutup-usia-di-bukit-sagamore-kq4C03uJhG.jpeg Theodore Roosevelt disenangi warga AS karena gaya kepemimpinannya (Foto: History)

THEODORE Roosevelt, yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-26 tutup usia pada hari ini atau tepatnya pada 6 Januari 1919. Roosevelt yang dikenal sebagai politisi yang dinamis dan energik meninggal di rumahnya di Bukit Sagamore yang memiliki pemandangan langsung ke Kota New York Long Island Sound.

Theodore Roosevelt disebut-sebut telah berhasil menciptakan kepresidenan modern. Sebagai seorang Republikan muda, Roosevelt memegang sejumlah jabatan politik di New York pada tahun 1880-an dan 1890-an. Ia juga merupakan pemimpin reformasi Partai Republik.

Pada 1898, Roosevelt menjabat sebagai asisten sekertaris angkatan laut AS yang menganjurkan perang dengan Spanyol. Ketika Perang Spanyol-Amerika dimulai, Roosevelt membentuk "Rough Riders," yang merupakan sebuah kavaleri (pasukan khusus berkuda) sukarelawan. Pasukan ini kemudian menjadi terkenal karena kontribusinya terhadap kemenangan AS dalam Pertempuran Bukit San Juan di Kuba.

Roosevelt pun menggunakan ketenarannya dalam bidang militer untuk bisa duduk sebagai Gubernur New York pada 1898. Bahkan ketenarannya ini juga membawanya menjabat menjadi wakil presiden AS pada 1900. Memasuki 1901, Presiden William McKinley terbunuh dan Roosevelt yang menjadi wakilnya duduk di kursi utama.

Melansir dari History, Sabtu (6/1/2018), usia Roosevelt yang baru menginjak 43 tahun membuatnya menjadi presiden termuda yang pernah menduduki jabatan tersebut. Sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam, Roosevelt memiliki gaya kepemimpinan yang menyenangkan bagi orang Amerika dan kembali terpilih untuk masa jabatan yang kedua pada 1904.

Sebagai seorang ekspansionis Amerika, Roosevelt menegaskan kekuatan eksekutifnya untuk membela kepentingan AS dengan berusaha menyeimbangkan kepentingan petani, pekerja, dan bisnis rumahan. Ia bekerja keras untuk membangun angkatan laut yang kuat, mendorong kemerdekaan Panama dan pembangunan Terusan Panama, mempromosikan peraturan perwalian, menyisihkan lahan untuk taman nasional, serta monumen pertama Amerika.

Pada 1906, Roosevelt dianugerahi Nobel Perdamaian untuk perannya dalam mediasi dan negosiasi untuk mengakhiri Perang Rusia-Jepang.

Pada 1912, tiga tahun setelah menyelesaikan masa jabatan keduanya, Roosevelt mencalonkan diri sebagai presiden lagi sebagai kandidat dari Partai Progresif yang baru.

Ia menantang mantan wakilnya sendiri yaitu William Howard Taft. Ia berkampanye untuk reformasi sosial. Pada November 1912, Partai Republik yang terpecah dikalahkan oleh kandidat dari Demokrat, Woodrow Wilson. Di masa akhir hidupnya, Roosevelt menjadi pendukung AS yang vokal dalam Perang Dunia I dan bahkan berusaha memenangkan sebuah komisi untuk memimpin sebuah divisi Angkatan Darat AS di Eropa. Sayangnya, Presiden Wilson menolak hal tersebut.

Dan setelah perang, Roosevelt adalah lawan vokal bagi Liga Bangsa-Bangsa. Pada 1919, Roosevelt meninggal di rumahnya di New York akibat penyakit tropis yang diidapnya (Penyakit Tropis adalah penyakit yang lazim terjadi di daerah tropis dan subtropis. Istilah ini juga sering mengacu pada penyakit yang berkembang di wilayah panas berkondisi lembab, seperti malaria, demam berdarah dan kusta.). Roosevelt meninggal di usia 60 tahun.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini