Image

Kisah Sosialita Prancis Blanche Monnier yang Dikurung Selama 25 Tahun oleh Ibunya

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 07 18 1841395 kisah-sosialita-prancis-blanche-monnier-yang-dikurung-selama-25-tahun-oleh-ibunya-PWKr9YW6sD.jpg Blanche Monnier. (Foto: The Vintage News)

BLANCHE Monnier adalah seorang sosialita Prancis yang terkenal cantik dan berasal dari sebuah keluarga yang dihormati. Namun, kehidupan perempuan yang hidup pada abad 18 itu berubah drastis karena jatuh cinta. Sayangnya pria yang berhasil merebut hati Blanche bukanlah sosok yang disukai sang ibu.

Pada 1876, saat Blanche berusia 25 tahun, ia jatuh cinta kepada seorang pengacara tua yang tinggal di dekat rumahnya. Tak hanya jatuh cinta, Blanche juga ingin menikahinya. Namun, keputusan ini membuat ibunya tidak bahagia hingga menentang kemauan sang putri. Madam Monnier berargumen bahwa putrinya tidak bisa menikahi seorang "pengacara tanpa uang" dan menggunakan semua cara untuk mencegah pernikahan keduanya.

Madam Monnier mencoba mengubah pikiran Blanche dengan cara halus tapi sayangnya hal ini tidak berhasil. Wanita muda itu tidak berniat memenuhi permintaan ibunya. Merasa buntu, akhirnya Madam Monnier mengunci darah dagingnya itu di sebuah ruangan kecil agar ia bisa berubah pikiran. Namun, nyatanya Blanche tetap kukuh dengan keputusannya.

Blanche seolah menghilang dari muka bumi, atau setidaknya menghilang dari Paris. Tak satu pun dari teman-temannya tahu di mana dia berada. Ibu dan saudara laki-lakinya saat itu menjalani kehidupan mereka seperti biasa dan membuat Blanche pada akhirnya dilupakan.

Tahun-tahun berlalu, pengacara yang dicintai Blanche meninggal dan nasib Blanche tetap menjadi misteri. Sampai suatu hari di tahun 1901, ketika jaksa agung Paris menerima sebuah catatan anonim aneh yang berbunyi:

"Monsieur (Tuan) Jaksa Agung: Saya mendapat kehormatan untuk memberi tahu Anda tentang kejadian yang sangat serius. Saya berbicara tentang perawan tua yang dikurung di rumah Madame Monnier, ia sering dibiarkan kelaparan dan hidup dengan sampah busuk selama dua puluh lima tahun terakhir," tulis pesan tersebut sebagaimana dilansir dari The Vintage News, Minggu (7/1/2018).

Pesan itu pun mengejutkan para petugas berwenang. Tidak ada yang percaya bahwa Madam Monnier mampu melakukan hal seperti itu. Ia adalah seorang warga terhormat di Paris, dari sebuah keluarga aristokrat yang kerap memberikan sumbangan. Polisi kemudian dikirim ke rumah mereka guna memastikan kebenaran dari pesan tersebut.

Pada awalnya mereka ditolak masuk hingga harus memaksa agar bisa melakukan pemeriksaan. Mereka menggeledah rumah dan menemukan sebuah ruangan kecil dengan cat gelap dan beraroma busuk di lantai dua. Ketika mereka membuka ruangan itu, petugas langsung menemukan Blanche di sana dalam kondisi memprihatinkan.

Perempuan itu di kelilingi remah makanan, kotoran dan serangan. Di usianya yang menginjak 50 tahun, ia hanya memiliki bobot 50 kilogram (kg). Ia tidak menyerupai manusia dan mengalami malnutrisi, tak terkena sinar matahari dan terputus dari kontak sosial selama 25 tahun. Blanche nampak ketakutan saat petugas membawanya keluar.

Menyusul penemuan ini, Madam Monnier langsung ditangkap. Ia diketahui meninggal dunia setelah 15 hari mendekam dalam penjara. Sebelum meninggal, ia mengakui semua hal kejam yang ia lakukan pada putrinya termasuk tindakannya yang hanya memberi makanan sisa. Kisah Blanche kemudian dimuat di New York Times yang diterbitkan pada 9 Juni 1901.

Saudara laki-laki Blanche, Marcel tak luput dari hukuman penjara. Namun, ia kemudian dibebaskan setelah terbukti tak pernah secara langsung melakukan kekerasan atau andil dalam aksi kejam sang ibu. Menurut Marcel, Blanche sendiri yang memutuskan untuk tidak keluar dari ruangan tersebut.

Sementara penulis sebenarnya dari catatan yang menyelamatkan Blanche tidak pernah ditemukan, beberapa orang percaya bahwa itu adalah Marcel. Blanche kemudian dirawat di rumah sakit jiwa dan tidak pernah kembali ke masyarakat. Ia tinggal di sana sampai 1913 dan meninggal di sebuah sanatorium (Fasilitas medis untuk penyakit jangka panjang di abad-19) di Bois.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini