Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Foto 'Syur' Azwar Anas Muncul Jelang Pilkada Jatim Dinilai Strategi Serangan Politik

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Minggu, 07 Januari 2018 |09:26 WIB
Foto 'Syur' Azwar Anas Muncul Jelang Pilkada Jatim Dinilai Strategi Serangan Politik
foto: Okezone
A
A
A

 

JAKARTA - Pasangan bakal calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Gubernur Abdullah Azwar Anas saat ini 'digoyang' dengan adanya pengembalian mandat dari Anas ke partai berlambang banteng.

Mundurnya Anas pun menimbulkan banyak tanda tanya. Apalagi, hal itu terjadi menjelang pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari 8 sampai 10 Januari 2018.

Disinyalir mundurnya Anas sebagai pasangan Gus Ipul, lantaran beredarnya beberapa foto lama Anas yang cukup 'panas'. Lalu, apakah hal tersebut merupakan serangan politik terhadap pasangan Gus Ipul dan Azwar Anas di Pilkada Jatim?

 (Baca juga: Risma Tolak Gantikan Azwar Anas Jadi Cawagub Jatim: Saya Masih Ingin di Surabaya!)

Pengamat sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun biasa disapa Ubed, berpandangan bahwa dugaan dan analisa serangan politik dari oknum terhadap pasangan tersebut sangat dimungkinkan.

"Kemungkinan analisis tersebut ada benarnya (serangan politik)," kata Ubed kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (6/1/2018).

 PDIP Calonkan Djarot untuk Maju Pilgub Sumut

Menurut Ubed, serangan politik sangat terbuka kepada sejumlah pihak. Apalagi sosok yang akan bertarung dalam proses demokrasi.

 (Baca juga: Peta Politik di Pilgub Jatim Berubah Pasca-Mundurnya Azwar Anas)

(Baca juga: PDIP Belum Putuskan Pengganti Azwar Anas di Pilgub Jatim)

Apalagi kata Ubed, Black Campaign sangat sulit dihindari bagi siapapun yang bertarung dalam Pemilu. Oleh karena itu, Ubed menyebut, penunjukkan sosok untuk diberikan dukungan oleh partai politik harus dilakukan secara matang dan seksama.

"Maka sebaiknya partai politik yang mengusung dan bakal calon kepala daerah tidak memiliki potensi untuk diserang secara telak," ucap Ubed.

Dalam hal ini, Ubed menilai, lawan politik dari Gus Ipul di Pilkada Jatim 2018 diuntungkan dari adanya isu mundurnya bakal calon wakil gubernur Abdullah Azwar Anas.

"Iya, tentu menguntungkan lawan politiknya. Sebab dengan mundur berarti kubu PDIP harus berfikir keras lagi dan menyita waktu untuk mencari pengganti Anas," pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement