Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Begini Modus Pabrik di Tangerang Oplos Gas Elpiji

Chyntia Sami Bhayangkara , Jurnalis-Jum'at, 12 Januari 2018 |14:04 WIB
Begini Modus Pabrik di Tangerang Oplos Gas Elpiji
Polisi menyita gas elpiji oplosan hasil penggerebekan dari pabrik di kawasan Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (Foto: Chyntia Sami B/Okezone)
A
A
A

TANGERANG – Pabrik gas elpiji oplosan Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, digerebek Satgas Pangan dan Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Di pabrik itu ditemukan ribuan tabung gas berbagai ukuran yang ditimbun sehingga menimbulkan kelangkaan di wilayah Jabodetabek.

Kepala Satgas Pangan Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pemilik pabrik berinisial F (40) mendapatkan ribuan tabung gas beragam ukuran dari pengecer dengan membeli harga lebih tinggi.

"Kalau gas 3 kilogram (kg) harga pasaran Rp17 ribu, dia beli Rp21 ribu di pengecer sehingga pedagang pun mau dibeli banyak. Dia keliling ke pengecer beli gas lalu ditimbun di sini untuk dioplos," ujar Setyo yang juga Kadiv Humas Polri di Tangerang, Jumat (12/1/2018).

Setelah mendapatkan banyak tabung gas elpiji, para pekerja yang berjumlah 60 orang tersebut mulai mengoplos gas. Untuk mengisi 1 tabung gas berukuran 12 kg, pelaku menyuntikkan gas oplosan dari 4 tabung gas berukuran 3 kg. Untuk tabung berukuran 50 kg, para pelaku menyuntikkan 17 tabung gas 3 kg.

"Caranya mereka suntikkan 4 tabung gas 3 kg tersebut ke tabung gas 12 kg. Ini sangat berbahaya karena secara manual, bukan pakai mesin. Tabungnya direndam setengah di air es batu sehingga gas yang ada di tabung 3 kg mengalir ke tabung 12 kg," tuturnya.

(Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto saat pengungkapan gas oplosan di pabrik di kawasan Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Foto: Chyntia Sami B/Okezone)

Selanjutnya, tabung-tabung gas yang telah dioplos tersebut pun kembali didistribusikan ke wilayah Jabodetabek dengan harga jual di bawah harga pasaran. Hal tersebut yang membuat masyarakat beralih membeli tabung gas oplosan buatan pelaku F.

"Pasarannya Rp600 ribu yang 50 kg, tapi dijual di bawah harga hanya Rp500 ribuan. Pasti orang pilih yang murah, tapi ini menyalahi aturan dan membahayakan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Pangan dan Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di pabrik gas oplosan beromzet ratusan juta rupiah di Kavling DPR Blok C Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (12/1/2018).

(Baca Juga: Polri Gerebek Pabrik Gas Oplosan Beromzet Rp600 Juta di Tangerang)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement