Image

Filipina Tingkatkan Status Gunung Mayon, Warga Dievakuasi

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 11:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 18 1844680 filipina-tingkatkan-status-gunung-mayon-warga-dievakuasi-9DUdJBXLfr.jpg Gunung Mayon di Filipina. (Foto: Reuters)

MANILA - Filipina meningkatkan kewaspadaan terhadap Gunung Berapi Mayon yang dalam keadaan tidak stabil. Gunung berapi tersebut menunjukkan tanda-tanda peningkatan magma yang menyebabkan letusan yang berbahaya.

Warga di dua desa yang berada di sekitar gunung berapi tersebut telah dievakuasi. Diketahui gunung berapi tersebut merupakan sebuah objek wisata di provinsi Albay Tengah karena bentuk kerucutnya yang nyaris sempurna.

Dilansir dari Reuters, Minggu (14/1/2018), letusan tersebut mengeluarkan abu vulkanik, batu, bau belerang, serta diikuti oleh suara gemuruh dan cahaya samar dari kawah. Hal tersebut dilaporkan oleh Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) dalam buletin terbarunya.

Phivolcs lalu meningkatkan kewaspadaan ke level 2, yang menunjukkan bahwa aktivitas saat ini "mungkin berasal dari magma, yang dapat menyebabkan letusan lebih banyak atau akhirnya terjadi letusan magma yang berbahaya."

Letusan yang berasal dari Gunung Berapi Mayon yang paling menimpulkan dampak besar adalah pada Februari 1841. Arus lahar mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang. Gunung Mayon terakhir meletus pada 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi.

"Masyarakat sangat disarankan untuk tetap waspada dan berhenti memasuki daerah radius 6 kilometer (km) Zona Bahaya Permanen untuk meminimalkan risiko dari letusan mendadak, muntahan batuan, dan tanah longsor," kata Phivolcs.

Pihak Phivolcs juga mengimbau para warga untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan kain lembab, kain bersih, atau masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Imbauan juga diberikan kepada para maskapai penerbangan agar menghindari area puncak Gunung Mayon.

Mereka yang tinggal di dekat gunung berapi, tapi di luar zona bahaya 6 km, diminta untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan keruntuhan atap akibat menumpuknya abu vulkanik dan air hujan.

Kepala Badan Pengurang Risiko dan Penanggulangan Bencana Provinsi Albay, Cedric Daep, mengatakan bahwa beberapa warga di pusat-pusat evakuasi diperbolehkan untuk kembali ke rumah mereka di kemudian hari, kecuali Phivolcs meningkatkan status gunung berapi.

"Kami belum mencapai tingkat kritis. Tingkat peringatan 3 adalah yang kami anggap penting, 4 adalah saat letusan sudah dekat, dan 5 adalah letusan yang sedang berlangsung," tukasnya dalam sebuah wawancara di radio.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini