Renato Solidum, Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), menggambarkan aktivitas Mayon saat ini sebagai letusan magma yang tidak eksplosif, namun dia tidak akan mengesampingkan ledakan vulkanik yang lebih berbahaya dalam beberapa hari mendatang.
"Apa yang ingin kami lihat adalah jika akan ada tekanan yang cukup, tekanan gas untuk magma berikutnya yang akan naik," kata Solidum.
Sebagaimana diberitakan, Phivolcs menaikkan status waspada Gunung Mayon menjadi tingkat 3 pada Minggu 14 Januari setelah mendeteksi terdapat aliran lava. Solidum mengatakan bahwa menaikkan kewaspadaan ke level 4, di mana zona bahaya akan diperluas dan letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa hari, bergantung pada aktivitas Gunung Mayon dalam beberapa jam ke depan.
Para warga yang tinggal di sekitar Gunung Mayon pun telah diimbau agar menjauh sejauh radius 6 km Zona Bahaya Permanen dan Zona Bahaya yang Diperluas 7 km di sisi selatan gunung berapi tersebut.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.