Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Mayon di Filipina Akan Timbulkan Letusan Bahaya dalam Beberapa Hari

Putri Ainur Islam , Jurnalis-Senin, 15 Januari 2018 |13:12 WIB
Gunung Mayon di Filipina Akan Timbulkan Letusan Bahaya dalam Beberapa Hari
Gunung Mayon di Filipina. (Foto: phys.org)
A
A
A

MANILA - Kepala Ahli Vulkanologi Filipina memperingatkan tentang kemungkinan letusan berbahaya dari Gunung Mayon akan terjadi dalam beberapa minggu atau bahkan dalam beberapa hari. Hal tersebut dipicu oleh magma yang terus menumpuk di puncak gunung berapi paling aktif di negara Asia Tenggara itu.

Gunung berapi setinggi 2.462 meter tersebut merupakan sebuah objek wisata di Provinsi Albay Tengah karena bentuk kerucutnya yang sempurna. Beberapa waktu terakhir, gunung tersebut memuntahkan abu, lumpur, dan batu. Akibat luapan tersebut, lebih dari 3.000 penduduk harus mengungsi.

BACA JUGA: Filipina Tingkatkan Status Gunung Mayon, Warga Dievakuasi

Dilansir dari Reuters, Senin (15/1/2018), Otoritas Bandara Manila mengatakan bahwa maskapai Cebu Pacific bahkan membatalkan penerbangan ke Kota Legazpi dengan alasan cuaca buruk.

Letusan Mayon yang paling merusak terjadi pada Februari 1841, ketika lava mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang. Ini terakhir meletus pada tahun 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi.

Renato Solidum, Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), menggambarkan aktivitas Mayon saat ini sebagai letusan magma yang tidak eksplosif, namun dia tidak akan mengesampingkan ledakan vulkanik yang lebih berbahaya dalam beberapa hari mendatang.

"Apa yang ingin kami lihat adalah jika akan ada tekanan yang cukup, tekanan gas untuk magma berikutnya yang akan naik," kata Solidum.

Sebagaimana diberitakan, Phivolcs menaikkan status waspada Gunung Mayon menjadi tingkat 3 pada Minggu 14 Januari setelah mendeteksi terdapat aliran lava. Solidum mengatakan bahwa menaikkan kewaspadaan ke level 4, di mana zona bahaya akan diperluas dan letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa hari, bergantung pada aktivitas Gunung Mayon dalam beberapa jam ke depan.

Para warga yang tinggal di sekitar Gunung Mayon pun telah diimbau agar menjauh sejauh radius 6 km Zona Bahaya Permanen dan Zona Bahaya yang Diperluas 7 km di sisi selatan gunung berapi tersebut.

(pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement