nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tepis Isu Khilafah di Pilgub NTT, Esthon-Chris: Itu Sudah Basi

Adi Rianghepat, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 18 340 1846844 tepis-isu-khilafah-di-pilgub-ntt-esthon-chris-itu-sudah-basi-QHDexDj1y9.jpg Pasangan Eshton Foenay dan Chris Rotok. (Foto: Okezone)

KUPANG - Meski masa kampanye Pilkada Serentak 2018 baru dibuka 15 Februari, “kampanye hitam” mulai mewarnai berbagai wilayah. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, isu agama mencuat dan menyerang salah satu pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Esthon Foenay – Chris Rotok.

Ketua Tim Relawan Pasangan Calon Esthon-Chris, Gabriel Beri Bina, menjelaskan, ada kelompok tertentu yang mengidentikkan partai pendukung Esthon-Chris, yaitu Partai Gerindra dan PAN sebagai partai yang mendukung khilafah. Menanggapi tudingan tersebut, Gabriel menyebut isu itu sudah basi, tidak laku dan bahkan ditolak oleh masyarakat NTT.

BACA JUGA: Pilgub NTT, Esthon Foenay-Chris Rotok Bertekad Bangun Koperasi

"Kami bahkan temukan di masyarakat bahwa isu itu sudah sangat ditolak. Warga saling meyakinkan satu sama lain, bahwa isu khilafah bohong belaka yang dihembuskan oknum dalam agenda kepentingan poliik semata," kata Gabriel kepada Okezone, Rabu (17/1/2018).

Gabriel menilai, masyarakat sudah sangat dewasa berpolitik bahkan sudah cerdas dengan lebih mengutamakan akal ketimbang perasaan. “Pemilih di Provinsi Selaksa Nusa itu sudah mulai memakai rasio sebagai bahan pertimbangan dalam menimbang dan menentukan pilihannya,” imbuhnya.

Meskipun begitu, kata Gabriel, tim relawan Esthon-Chris tetap merasa perlu menggelar sosialisasi agar masyarakat tidak lagi termakan isu tersebut. Selain memberi penjelasan terkait eksistensi Partai Gerindra, PAN dan Partai Perindo selaku partai pengusung, relawan Esthon-Chris juga punya sejumlah taktik menampik isu itu.

“Salah satunya adalah dengan mengedepankan keunggulan program sebagai hal yang utama. Karena masyarakat akan melihat program pasangan mana yang benar-benar akan berpihak kepada mereka. Itulah yang selalu tim Esthon-Chris lakukan," katanya.

Saat ini relawan Esthon-Chris sudah merangsak masuk hingga ke level masyarakat di dusun dan desa/kelurahan. Dengan rencana program yang dibuat, keyakinan pasangan ini menuju kemenangan sangatlah memberi semangat bekerja lebih sungguh.

"Kami yakin kami menang ini bukan sekadar keyakinan tapi karena kami bekerja. Kami sudah bekerja sejak 2015. Keyakinan kemenangan kami itu kami temukan langsung di lapangan," katanya.

Cara damai

 Bakal Calon Gubernur Esthon Foenay sebelumnya telah meminta kepada seluruh relawan Esthon-Chris untuk tetap menanggapi setiap isu khilafah yang didengungkan dengan cara damai. Dia meminta para relawan untuk terus mengedepankan rancangan program kerja yang ada.

"Jika ada kampanye hitam yang menyerang, kami tidak akan membalasnya. Kami akan tetap fokus mensosialisasikan program kerja kami," kata Esthon.

"Kami hanya bisa berdoa semoga Tuhan memaafkan segala dosa dan kesalahannya. Kami tak perlu membalas dengan menyerang balik," tambahnya.

Menurutnya, menyerang balik dengan menyebar isu miring mengenai kandidat lain tidak akan memberi manfaat bagi pendidikan politik bagi rakyat. Para kandidat dan tim relawan pasangan memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan pendidikan politik yang baik dan postif kepada masyarakat alih-alih menabur dan menyebar kampanye hitam serta fitnah yang akan menjadikan masyarakat pemilih terkotak-kotak.

"Saya hanya mau agar daerah dan negeri ini bisa aman dan damai meskipun sedang berkompetisi dalam pilkada karena dalam Tuhan kita adalah saudara," katanya.

Dengan cara itu diharapkan pelaksanaan pesta demokrasi rakyat lima tahunan di NTT itu bisa berlangsung dengan sangat damai dan bermartabat.

Pilkada Serentak di NTT diikuti empat pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Esthon Foenay-Chris Rotok yang diusung Partai Gerindra, PAN dan Perindo; Pasangan Marianus Sae-Ny Emiliana Nomleni diusung PDIP dan PKB; Pasangan Beny K Harman-Beni Litelnoni diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS; serta pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Jos Naisoi diusung Partai NasDem, Golkar dan Partai Hanura.

BACA JUGA: Didukung Perindo di Pilgub NTT, Pasangan Esthon-Chris Merasa Lebih Percaya Diri

Selain pemilihan gubernur, 10 kabupaten di NTT juga memilih pemimpin dalam Pilkada Serentak 2018. Kesepuluh kabupaten itu adalah Timor Tengah Selatan (TTS), Kupang, Rote Ndao, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya (SBD), Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka dan Alor.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini