Presiden Jokowi Akan Kunjungi ke Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 19 Januari 2018 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 18 1847437 presiden-jokowi-akan-kunjungi-ke-kamp-pengungsi-rohingya-di-bangladesh-0uqXVqrWIt.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Presiden Indonesia, Joko Widodo, dijadwalkan berkunjung ke Cox's Bazaar, Bangladesh, pada 28 Januari mendatang. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Bangladesh.

BACA JUGA: Bangladesh Targetkan Repatriasi Etnis Rohingya Selesai dalam 2 Tahun

Direktur Asia Selatan Kementerian Luar Negeri RI, Ferdy Nico Yohannes Piay menerangkan, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menguatkan diplomasi kemanusiaan. Karena itu, jika memungkinkan, maka Presiden Jokowi akan mengunjungi kamp pengungsi Rohingya.

"Pada 28 Januari Presiden direncanakan melalukan kunjungan ke Cox's Bazaar untuk melihat pengungsi dari Rakhine State," ujar Ferdy Piay dalam press briefing mingguan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2018).

Ia menambahkan, pemerintah Bangladesh siap untuk memfasilitasi kunjungan tersebut. Namun, semua tergantung pada situasi dan kondisi karena lokasi kamp pengungsi Rohingya sangat jauh dari Ibu Kota Dhaka.

"Sekira situasi dan kondisi memungkinkan akan dilakukan kunjungan. Kamp pengungsian ini 'kan letaknya sangat jauh dan perjalanan tidak mudah. Kami upayakan agar Presiden bisa ke kamp pengungsi. Pemerintah Bangladesh akan memfasilitasi dan semoga bisa terjadi," ujar Ferdy.

Sebagaimana diberitakan, sekira 650 ribu orang etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Ratusan ribu orang itu ditampung di kamp kamp sementara yang bisa dikatakan jauh dari kondisi ideal di Cox's Bazaar.

BACA JUGA: Bantu Repatriasi Rohingya, Jepang Berikan Bantuan Rp40 Miliar untuk Myanmar

Bangladesh dan Myanmar sendiri sudah mencapai kesepakatan untuk pemulangan atau repatriasi pengungsi etnis Rohingya. Proses pemulangan tersebut direncanakan rampung dalam dua tahun meski jumlah pemulangan per pekan dan per bulan masih dalam tahap pembahasan. (dka)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini