Kunjungi Indonesia, Menhan AS Akan Bahas Modernisasi Alutsista

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 19 Januari 2018 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 18 1847477 kunjungi-indonesia-menhan-as-akan-bahas-modernisasi-alutsista-AWmNyF0Drq.JPG Menteri Pertahanan AS James Mattis (Foto: Joshua Roberts/Reuters)

JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Norman ‘Jim’ Mattis, dipastikan berkunjung ke Indonesia pada 22-23 Januari. Pria berjuluk si anjing gila itu akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu.

BACA JUGA: Menhan AS Jim Mattis Kunjungi Indonesia 22-24 Januari 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, tujuan utama kunjungan tersebut adalah kerjasama pertahanan antarnegara. Sejauh ini, kerjasama antara Indonesia dengan AS dalam bidang pertahanan sudah berjalan sehingga akan ditingkatkan dengan kehadiran Jim Mattis.

“Isu yang menjadi perhatian adalah membahas modernisasi alutsisa (alat utama sistem pertahanan) dan memerangi terorisme, kejahatan transnasional, dan beberapa isu terkait pengembangan kawasan Indo-Pasifik yang damai, adil, dan sejahtera melalui kerjasama yang inklusif dan terbuka,” ujar Arrmanatha Nasir pada press briefing mingguan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

“Mengenai alutsista, detailnya harus ditanya dengan Menteri Pertahanan. Selama ini kita dalam proses modernisasi alutsista kita, tidak hanya dengan AS tetapi juga dengan negara-negara lain yang memiliki kerjasama pertahanan,” imbuh pria yang akrab disapa Pak Tata itu.

BACA JUGA: Indonesia Dorong Terciptanya Arsitektur Kawasan Indo-Pasifik 

Ketika ditanyakan mengenai apakah isu Korea Utara akan diangkat dalam pertemuan tersebut, Arrmanatha menerangkan Indonesia pada posisi ingin melihat dulu apa yang disampaikan AS. Indonesia akan mendengar dulu apa rencana dan strategi Washington terhadap Pyongyang.

“Tentu kita masih lihat dulu apa yang disampaikan nanti oleh Menhan AS. Kita ingin mendengar apa rencana dan strategi mereka dan kita akan menyampaikan pandangan terkait Korea Utara, dan kita juga ingin melihat pandangan mereka tentang kondisi saat ini,” tutup Arrmanatha.

Ia tidak menutup kemungkinan bahwa ada berbagai macam isu lainnya yang diangkat dalam pertemuan tersebut. Sebab, dalam pertemuan antarmenteri isu yang menjadi pembahasan bisa berkembang ke berbagai hal.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini