nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jane Austen, Penulis Novel Romantis namun Putuskan untuk Tak Menikah

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 08:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 19 18 1847568 jane-austen-penulis-novel-romantis-namun-putuskan-untuk-tak-menikah-F390qXUf5U.jpg Jane Austen. (Foto: Getty Images)

JANE Austen adalah salah satu pengamat cinta, pernikahan, dan manusia paling kejam dalam sejarah. Ia menerbitkan enam novel tentang cinta, termasuk 'Pride and Prejudice', namun bukan berarti dia percaya cinta sepenuhnya. Selama ia hidup, ia tak pernah menikah. Bukan karena ia tak mendapatkan kesempatan itu, namun dia tidak ingin menjalin cinta dalam jangka panjang.

Pada saat itu, kekayaan seorang wanita berasal dari ayahnya yang nantinya akan diurus oleh suaminya hingga ajal menjemput. Kenyataan itu memperumit Jane Austen karena kala itu ia tidak memiliki warisan dari ayahnya yang menunjukkan bahwa ia tidak dapat menikah dengan mudah. Sadar tak memiliki uang, Jane pun berusaha mencari cara lain yaitu dengan tampil memesona dan pintar, jadi tak ada pria yang bisa menolaknya. Akhirnya ia pun bertemu Tom Lefroy.

Lefroy menggelitik minat Jane terhadap seorang pria yang kala itu berusia 19 tahun. Jane menghadiri beberapa pesta dengan Lefroy dan sering menceritakan tentang Lefroy kepada kakaknya, Cassandra. Saat itu Jane menyombongkan diri karena sering berdansa dan mengunjungi beberapa pesta.

Situasi keuangan Jane mungkin telah memberi kontribusi pada kurangnya minat Lefroy, namun pada 1802, Jane yang berusia 21 tahun, mendapat kesempatan lagi untuk menjalin sebuah hubungan. Dia mengunjungi teman-temannya saat Harris Bigg-Wither, saudara dari temannya, melamar Jane. Saat itu, Jane tergolong tua di dunia tempat wanita menikah muda. Bigg-Wither berusia enam tahun lebih muda darinya, tapi Jane tetap menerimanya.

Cerita tersebut mungkin terlihat akan berakhir dengan bahagia, berawal dari Jane Austen menjadi Jane Bigg-Wither. Kehidupannya yang luar biasa akan berubah menjadi kehidupan pernikahan biasa dan menjadi seorang ibu. Tapi sehari setelah menerima lamaran Bigg-Wither, Jane melakukan sesuatu yang tak terkira, ia memutuskan pertunangan itu. Tidak jelas apakah Jane melakukannya karena kakaknya yang sedang berkabung atas kematian tunangannya atau dia tidak menyukai Bigg-Wither.

Setelah Jane gagal menikah dengan Bigg-Wither, dia tidak pernah lagi memikirkan pernikahan. Bahkan setelah kematian Jane, Cassandra membakar sebagian besar korespondensi milik Jane terkait pernikahan dan kisah cinta yang sangat laris. Hal itu merupakan langkah besar dan mungkin cara keluarga untuk mengendalikan peninggalan Jane sebagai penulis dan tokoh biografi.

Fakta bahwa Cassandra membakar korespondensi Jane tidak berarti dia menyembunyikan sesuatu. Namun, hal tersebut menunjukkan bahwa para penulis biografi dan penggemar harus melihat buku-buku Jane yang tidak bersifat pengalaman pribadi, untuk melihat sikapnya terhadap cinta. Mengingat penggambaran Jane terhadap pertunangan sangat kaku, penuh kesakithatian, dan pernikahan yang kejam, sangat menggoda untuk menganggap bahwa kehidupan cintanya bahkan berwarna.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini