Adapun Warni (44), nenek Dila, mengatakan, pihak keluarga kemudian membawa Dila dan Suprihatin kembali ke rumahnya di RT 01, Dusun Mbibal, Desa Gebang, Panggang, Gunungkidul. Namun ternyata para warga menganggap Dila sebagai aib. “Ketua RT mengancam akan mengobrak-abrik rumah saya kalau Dila masih kami tampung,” ujar Warni.
Setelah warga sekitar mengancam akan mengobrak-abrik rumah, ia dan bayi malang itu diusir. Sumilah akhirnya merawat cicitnya itu seorang diri dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Setiap harinya, Sumilah tak mampu membeli susu, dia hanya sanggup memberi Dila teh sebagai minuman.
Kapolsek Imogiri Kompol Purwadi mengatakan saat ini Dila akan diadopsi oleh kawannya yang berada di Polda DIY. Pihak Polsek Imogiri masih menunggu kedatangan pihak pengadopsi.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.