Share

Oknum Polisi Ancam Bunuh Wanita Pakai Cangkul dan Lempari Rumahnya dengan Mercon

Rizka Diputra, Okezone · Kamis 25 Januari 2018 05:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 25 340 1849910 oknum-polisi-ancam-bunuh-wanita-pakai-cangkul-dan-lempari-rumahnya-dengan-mercon-lg5Tit9TYO.JPG Seorang oknum polisi dilaporkan karena mengintimidasi warga (Foto: Facebook/@Desrye Silaban)

MEDAN - Seorang oknum polisi di Medan, Sumatera Utara dilaporkan sejumlah warga lantaran dianggap meresahkan atas ulahnya. Pengguna akun facebook @Desrye Silaban melalui postingannya menyebut, ia datang bersama warga lainnya ke kantor polisi untuk melaporkan oknum petugas yang telah mengancam keselamatan diri dan keluarganya.

Dalam keterangannya, Desrye mengaku oknum polisi itu telah mencoba membunuhnya dengan menggunakan cangkul. Tak hanya itu, pelaku juga melemparkan mercon ke dalam rumah hingga membuat anaknya yang masih berusia tiga tahun ketakutan dan trauma. Gilanya lagi, oknum polisi tersebut juga mengancam akan membunuh keluarganya satu per satu.

(Baca juga: Dihipnotis Pria Misterius, Wanita Ini Jadi Korban Pelecehan di KRL)

"Seorang oknum yang mencoba membunuh saya kemarin malam pakai cangkul. Seorang oknum yang sengaja melukai anak saya dengan memasukkan mercon ke dalam rumahku sehingga reaksi anakku yang masih berusia tiga tahun gemetar ketakutan. Oknum yang mengancam ingin membunuh keluargaku satu persatu. Seorang oknum yang mencoba menembak anak-anak pakai senapan angin. Seorang oknum yang menghina memaki bahkan selalu membawa preman ketika hendak meneror kita," tulis Desrye pada Senin 15 Januari 2018.

Menurut Desrye, oknum polisi itu menuding warga telah iri dengan istrinya yang kerap berpenampilan cantik dan modis. "Kami yang tinggal di kampung itu cemburu katanya melihat istrinya yang selalu bergaya modis cantik dan searang istri Bhayangkari," lanjut Desrye.

(Baca juga: Beraksi Pagi Buta, Pencuri Mobil di Pondok Kelapa Terekam CCTV)

Ia mengaku tak habis pikir seorang aparat penegak hukum yang berfungsi melindungi dan mengayomi masyarakat justru malah menebar intimidasi kepada warganya. Setelah dilaporkan, oknum tersebut sambung Desrye kemudian meminta berdamai dan mengakui kesalahannya. Meski begitu dirinya meminta agar oknum polisi itu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi di kemudian hari.

"Saya masih punya hati. Mudah-mudahan dengan surat pernyataan ini kamu berubah. Semoga tidak terulang lagi," tutup Desrye.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini