nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Liberia Berlakukan 12 Bulan Larangan Sunat Perempuan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 15:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 26 18 1850654 liberia-berlakukan-12-bulan-larangan-sunat-perempuan-kel10rrzdB.jpg Foto: Reuters

MONROVIA – Sebelum digantikan oleh George Weah awal pekan ini, mantan Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang praktik sunat pada perempuan atau yang secara umum dikenal dengan nama female genital mutilation (FGM). Moratorium yang ditandatangani Sirleaf pekan lalu itu berlaku dalam jangka waktu 12 bulan.  

BACA JUGA: Ritual Setrika Payudara yang Mengerikan dari Afrika

Perintah eksekutif tersebut merupakan tindakan terakhir yang diambil oleh Sirleaf selama menjabat sebagai presiden. Namun, aktivis sayap kanan mengklaim bahwa tindakan tersebut kemungkinan tidak dapat dipaksakan dan dinilai kurang kuat untuk mencegah masyarakat untuk mempraktikkan FGM.

"Meski kami memuji mantan Presiden Ellen Johnson Sirleaf karena menandatangani Perintah Eksekutif mengenai RUU Kekerasan Dalam Rumah Tangga, masih terlalu dini untuk merayakannya karena masih ada jalan yang panjang sebelum tidak ada toleransi terhadap FGM di Liberia," kata aktivis anti FGM, Grace Uwizeye sebagaimana dilansir RT, Jumat (26/1/2018).

"Undang-undang itu sendiri tidak cukup kuat untuk menghalangi masyarakat mempraktikkan FGM. Jika seseorang dinyatakan bersalah, hakim bisa menentukan apakah hukuman yang diberikan kepada pelaku antara konseling atau denda,” lanjutnya.

Moratorium yang ditandatangani Sirleaf membuat praktik FGM terhadap perempuan di bawah usia 18 tahun menjadi sebuah kejahatan dan membutuhkan persetujuan oleh yang bersangkutan jika dilakukan terhadap perempuan dewasa. Dilaporkan, 50 persen populasi perempuan di Liberia telah menjalani prosedur FGM.

FGM didefinisikan sebagai "prosedur yang secara sengaja mengubah atau menyebabkan luka pada organ kelamin perempuan karena alasan non-medis," dan biasanya dilakukan antara masa bayi dan usia 15 tahun. Prosedur ini tidak memiliki manfaat kesehatan untuk perempuan, baik dewasa maupun anak-anak dan dapat menyebabkan pendarahan hebat, kista, infeksi, dan menyebabkan komplikasi pada persalinan dan peningkatan risiko kematian bayi baru lahir.

BACA JUGA: Pengadilan Mesir Cabut Izin Dokter Pelaku Sunat Perempuan

Presiden baru Liberia, George Weah diharapkan untuk dapat melanjutkan langkah yang telah diambil Sirleaf dan terus menekan terjadinya FGM dengan sebuah undang-undang permanen.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini