nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cirebon Astronomi Club Ciptakan Teleskop dari Pipa untuk Lihat Gerhana Bulan

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 15:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 31 525 1852668 cirebon-astronomi-club-ciptakan-teleskop-dari-pipa-untuk-lihat-gerhana-bulan-b8aTSMOUjq.jpg Cirebon Astronomi Club (foto: Dwi/Okezone)

CIREBON - Cirebon Astronomi Club akan melakukan pengamatan gerhana bulan total di Alun-alun Kota Cirebon di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Sebuah teleskop buatan tangan pun disediakan untuk menyaksikan fenomena alam itu.

Pendiri Cirebon Astronomi Club Sunardi mengatakan, pengamatan gerhana bulan dapat dilakukan mulai pukul 18.00 WIB jika tidak terjadi hujan atau mendung. Masyarakat juga dapat mengabadikan fenomena itu dengan kamera di ponsel.

“Kami sudah sebarkan info ini ke berbagai media sosial. Masyarakat nanti bisa antre dan menyaksikan gerhana bulan total secara gratis. Ada empat teleskop yang disiapkan,” katanya, Rabu (31/1/2018).

 (Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Babel Waspada Banjir Rob saat Gerhana Bulan Total)

Yang menarik, ungkapnya adalah pengamatan fenomena alam itu dilakukan melalui teleskop buatan tangannya. Tabung teleskop dibuat dari pipa paralon besar ukuran 7 inci dengan panjang 47 centimeter. Selain itu, lensa yang digunakan berasal dari lensa mesin foto kopi bekas. Untuk pembidik dan okuler, ia masih menggunakan bahan pabrik.

"Kami sudah siapkan alatnya," tuturnya.

 (Baca juga: BMKG: Gerhana Bulan Tak Ada Kaitannya dengan Gempa Bumi)

Menurut Sunardi, teleskop tersebut dibuat secara otodidak. Lulusan SMKN 1 Cirebon ini sudah mulai membuat teleskop tersebut sejak 2015. Teleskop tersebut mampu melihat bulan, gugus bintang, dan galaksi Andromeda.

Untuk lebih jelasnya, ia mengajak masyarakat memanfaatkan teleskop buatan itu pada Rabu malam ini.

“Hasilnya, enggak kalah dengan teleskop asli yang harganya di bawah Rp3 juta. Karena dibuat dari sejumlah barang berkas, teleskop tersebut pun lebih murah hanya Rp500 ribu sampai Rp1 juta untuk per unitnya,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini