nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Siap Gunakan Senjata Nuklir untuk Balas Serangan Konvensional

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 23:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 03 18 1854337 as-siap-gunakan-senjata-nuklir-untuk-balas-serangan-konvensional-hNAFmwfXWB.jpg Foto: US Navy.

WASHINGTON - Kajian Ulang Postur Nuklir (NPR) Amerika Serikat (AS) yang dirilis Washington menunjukkan kecenderungan Negeri Paman Sam yang lebih besar untuk menggunakan senjata nuklir. NPR juga memberi rekomendasi yang lebih militan bagi As untuk melihat kerjasama proliferasi nuklir dengan Rusia dan mendesak Washington menghadapi ancaman "yang beragam dalam cakupan yang belum pernah dialami sebelumnya" dari kekuatan asing termasuk China, Korea Utara, Rusia dan Iran.

BACA JUGA: Trump: Tombol Nuklir AS Lebih Besar dan Kuat dari Korut!

Perubahan yang paling nyata dan penting dalam NPR baru AS adalah kebijakan mengenai perluasan skenario di mana senjata nuklir dapat digunakan. Dokumen itu mencantumkan serangan non nuklir yang konvensional terhadap AS dapat menjadi alasan Washington untuk menggunakan senjata nuklirnya.

Serangan konvensional yang menimbulkan banyak korban jiwa atau yang menyasar infrastruktur penting dapat memicu respons nuklir dari AS.

NPR baru itu juga menyebutkan bahwa Rusia tengah mengembangkan hulu ledak dan peluncur nuklir baru dan akan terus meningkatkan kapasitas hulu ledaknya di masa mendatang.Berdasarkan NPR yang dirilis pada Jumat, 2 Februari itu, strategi dan kapabilitas militer yang diadopsi Rusia bergantung pada ekslasi nuklir.

"Rusia telah menunjukkan kesediaannya untuk menggunakan kekuatan untuk mengubah peta Eropa dan memaksakan kehendaknya pada tetangganya, yang didukung oleh penggunaan ancaman nuklir secara implisit dan eksplisit," demikian terulis dalam dokumen NPR sebagaimana dilansir RT, Sabtu (3/2/2018).

Dokumen tersebut juga mendesak dilakukannya integrasi antara senjata nuklir dan non-nuklir milik AS, salah satunya dengan meningkatkan kapabilitas jet tempur F-35 agar bisa membawa bom dan rudal nuklir.

Gedung Putih menyatakan, langkah ini dimaksudkan untuk menjadi detterence terhadap serangan strategis yang ditujukan kepada AS. Namun, sebagian besar pengamat merasa skeptis dengan pernyataan tersebut.

Anggota senior di Federasi Peneliti Amerika, Adam Mount mengatakan, AS menggunakan teori yang kuno dalam menyusun NPR barunya.

BACA JUGA: Latgab AS-Korsel Sertakan Senjata Nuklir, Korut Surati Sekjen PBB

"Alih-alih berupaya mengurangi bahaya nuklir, kebijakan nuklir AS saat ini mencerminkan alasan dari musuh-musuh AS dan dengan mudah mengikuti mereka ke dunia yang lebih berbahaya," kata Mount melalui tuliasannya di Majalah Foreign Affairs.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini