Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Pilkada Serentak, Aswari Rivai: Kualitas Kandidat Bisa Hilang oleh Berita Hoax

Melly Puspita , Jurnalis-Kamis, 08 Februari 2018 |11:45 WIB
Hadapi Pilkada Serentak, Aswari Rivai: Kualitas Kandidat Bisa Hilang oleh Berita <i>Hoax</i>
A
A
A

JAKARTA - Antisipasi berita hoax dalam pemilihan kepada daerah (Pilkada) dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kominfo dan pihak terkait dengan cara melakukan MoU dan meminta kandidat yang maju di Pilkada untuk mendaftarkan akun media sosial mereka.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendiskusikan tentang akun media sosial para kandidat yang perlu didaftarkan.

"Dalam Pilkada, tim sukses wajib mendaftarkan akun resmi ke KPU. Masih kita diskusikan prinsipnya lima akun. Maksimal lima atau masing-masing lima. Masih didiskusikan seperti akun Facebook lima atau Instagram lima atau seluruhnya berjumlah lima akun," ucap Pramono saat menghadiri Sindo Weekly di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

(Baca Juga: KPU Sebut Berita Hoax di Pilkada sebagai Kejahatan Demokrasi yang Luar Biasa)

Sementara itu, Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Aswari Riva'i mengatakan, akibat dari berita hoax, kualitas kandidat menjadi hilang. Menurutnya, jika hal tersebut terus terjadi demokrasi di Indonesia akan hilang.

"Akibat berita hoax akhirnya kandidat yang memenangkan Pilkada ini yang bisa menyerang kandidat lain. Kalau Indonesia mau cerdas, rekam jejak dari kandidat itu penting. Saya punya rekam jejak di Kabupaten Lahat, nah masyarakat tidak mau melihat itu, cuma mau melihat jeleknya. Saya pikir apa yang dihasilkan demokrasi harus pemimpin yang betul-betul berkualitas," kata calon Gubernur Sumatera Selatan yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS tersebut.

"Lihat nilai positifnya rekam jejak itu yang kita lihat. Insya'Allah akan menciptakan pemimpin yang berkualitas. Kualitas kandidat bisa hilang oleh berita hoax kalau itu terjadi hilang demokrasi kita," tutur Aswari kembali.

(Baca Juga: Aswari Riva'i: Berita Jelek Malah Ramai, Ini Disayangkan)

Aswari juga berharap, masyarakat khususnya di Sumatera Selatan mendapat pemimpin yang baik bukan dari berita buruk yang diviralkan.

"Demokrasi belum sampai pada titik yang kita harapkan. Saya dari orang biasa berharap ke masyarakat dapat pemimpin baik bukan dari berita yang buruk. Hoax itu dibuang, jangan memviaralkan sesuatu yang tidak benar," harap Aswari.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement