nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkal Hoax, Pemerintah Diimbau Ubah Strategi Kampanye

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 08 340 1856780 tangkal-hoax-pemerintah-diimbau-ubah-strategi-kampanye-kzh2pSCRBT.jpg Ilustrasi Hoax (foto: Okezone)

PADANG - Hoax atau berita bohong telah berkembang dengan memanfatkan pesatnya kemajuan teknologi informasi. Hoax dinilai sangat bahaya lantarab dapat menimbulkan perpecahan dengab sejumlah dampak negatif lainnya.

Di sisi lain, pemerintah telah berbenah untuk menangkal permasalahan ini. Sejumlah kampanye terus digalakkan kepada masyarakat untuk memerangi hoax.

(Baca Juga: Saat Kapolda Sumut "Kecele" Ikut Sebarkan Hoax di Grup Anti-Hoax)

Jurnalis Senior Agus Sudibyo mengatakan, pemerintah perlu strategi jitu untuk memerangi hoax. Menurutnya, kampanye 'jangan baca hoax' adalah salah. Sebab, pada umumnya manusia semakin penasaran terhadap sebuah larangan, dan justru melakukannya.

"Di Belgia sekarang, kampanyenya bukan 'jangan baca hoax', tapi 'bacalah hoax', tapi harus dengan kecurigaan," kata Agus dalam diskusi bertajuk 'Hoax, Literasi Media, dan Demokrasi' dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Hotel Inna Padang, Kamis (8/2/2018).

Meski begitu, masyarakat tidak boleh menelan begitu saja informasi yang tersebar di media sosial (medsos) lewat kampanye 'bacalah hoax'. Sehingga, harus perbandingan dengan sumber dan informasi lain.

"Caranya adalah mendrive masyarakat untuk jangan mudah percaya dengan apa yang muncul di ponsel," jelasnya.

Masyarakat juga diminta tidak bereaksi spontan terhadap segala informasi yang ada di dunia maya. Apalagi kabar tentang bencana alam.

(Baca Juga: Polisi Tangkap Penyebar Berita Fitnah Terhadap Anggota DPR RI)

Selain itu, segala informasi dari orang tak dikenal mengenai kecelakaan yang dialami salah satu anggota keluarga yang belum jelas kebenarannya juga tidak boleh ditelan mentah-mentah.

Apalagi bereaksi secara spontan, justru akan dapat dimanfaatkan oleh kelompok kejahatan yang memanfaatkan kabar hoax tersebut guna meraup keuntungan materi dengan mudah.

"Ini harus dihindari. Masyarakat harus rileks dan melakukan tabayyun (konfirmasi), cek dan ricek info yang kita dapat dari manapun sumbernya. Tabayyun tidak hanya untuk wartawan tapi semua masyarakat. Ini perlu dilakukan sekarang," imbuh Agus.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini