nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Inggris Desak Suu Kyi Bantu Pemulangan Etnis Rohingya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 00:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 11 18 1857993 menlu-inggris-desak-suu-kyi-bantu-pemulangan-etnis-rohingya-JxoChCJGwl.JPG Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson bersama Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi (Foto: Reuters)

NAY PYI TAW – Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, Boris Johnson, mendesak pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk bertindak mengatasi krisis yang menimpa etnis Rohingya. Pernyataan itu diucapkan mantan Wali Kota London tersebut saat berkunjung ke Nay Pyi Taw, Myanmar.

Johnson meminta agar otoritas Myanmar segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya. Ia juga mendesak Suu Kyi untuk membantu ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya di Cox’s Bazaar, Bangladesh, agar bisa segera pulang.

“Berbicara dengan Aung San Suu Kyi untuk membahas pentingnya otoritas Myanmar menggelar penyelidikan menyeluruh dan independen atas kekerasan di Rakhine serta menciptakan situasi kondusif agar mereka bisa kembali ke rumahnya,” cuit Boris Johnson lewat akun Twitter, mengutip dari ITV, Senin (12/2/2018).

Pria eksentrik itu sebelumnya berkunjung ke kamp pengungsi di Cox’s Bazaar, Bangladesh. Boris Johnson menyaksikan langsung kondisi pengungsi etnis Rohingya yang ditampung sementara. Ia menyebut apa yang dirasakan oleh etnis Rohingya adalah salah satu tragedi kemanusiaan yang mengejutkan.

“Ini adalah tragedi buatan manusia yang bisa diselesaikan lewat kehendak politik yang tepat, toleransi, dan kerjasama dari semua yang terlibat,” ujar Boris Johnson usai kunjungan ke Cox’s Bazaar pada Sabtu 10 Februari.

Boris Johnson tiba di Myanmar pada Minggu 11 Februari dan langsung bertemu Aung San Suu Kyi yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Usai pertemuan, pria berambut pirang itu menuju Rakhine State guna menyaksikan langsung kondisi sebenarnya di wilayah konflik tersebut.

Setelah selesai berkunjung ke Myanmar, Johnson bertolak ke Thailand untuk melakukan kunjungan selama dua hari. Di Bangkok, ia akan bertemu dengan Perdana Menteri, Jenderal Prayuth Chan-o-cha serta Ketua Dewan Penasihat untuk Krisis Rohingya Thailand.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini