nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kematian Mantan PM Kongo Diumumkan Hampir Sebulan Setelah Pembunuhannya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 12 18 1858620 kematian-mantan-pm-kongo-diumumkan-hampir-sebulan-setelah-pembunuhannya-7LZR3Thd6v.jpg Potret resmi Perdana Menteri Kongo, Patrice Lumumba. (Foto: Wikipedia)

PADA13 Februari 1961, Pemerintah Provinsi Katanga, sebuah wilayah pecahan dari Republik Kongo mengumumkan bahwa mantan Perdana Menteri (PM) Kongo, Patrice Lumumba telah meninggal dunia. Lumumba yang melarikan diri dari penahanan dilaporkan tewas dibunuh oleh warga sebuah desa yang berusaha menangkapnya.

BACA JUGA: Inggris Dalangi Pembunuhan Mantan Perdana Menteri Kongo

Melalui sebuah siaran resmi yang tiga hari sebelumnya, Pemerintahan Katanga mengumumkan Lumumba telah melarikan diri dari penjara Kotaley di barat provinsi itu. Pemerintah Katanga menawarkan hadiadh sebesar cukup besar untuk penangkapan Lumumba dan rekan-rekannya, Maurice Mpolo, Menteri Pemuda Kongo, dan Joseph Okito mantan Wakil Ketua Senat Kongo.

Perwakilan PBB mengklaim bahwa pengumuman tersebut dibuat untuk menutupi meliput fakta bahwa Lumumba telah ditembak mati oleh pemerintah.

Pihak berwenang di Katanga menolak mengizinkan Komisi Konsiliasi PBB untuk mengunjungi Lumumba saat mereka berada di Ibu Kota, Elisabethville, beberapa hari sebelumnya.

Padahal, Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Dag Hammarskjold turun tangan langsung untuk memastikan bahwa Lumumba, yang merupakan presiden terpilih pertama di Kongo, akan mendapatkan pengadilan yang adil.

BBC melansir, Lumumba didakwa bersalah atas tuduhan memprovokasi pembunuhan lebih dari 1.000 warga Baluba di Provinsi Kasai. Dia ditangkap pada Desember 1960 oleh pimpinan militer Kongo, Kolonel Joseph Mobutu, yang kemudian merebut kekuasaan.

Presiden Katanga, Moise Tshombe mengatakan menghilangnya Lumumba sebelum diumumkan tewas "bukan urusan PBB".

Tshombe memindahkan Lumumba dari penjara Thysville ke dekat Leopoldville di dekat wilayah Katanga yang mendapatkan bekingan dari Belgia. Tshombe mengklaim hal itu dilakukan demi keamanan Lumumba meski daerah tersebut dikenal sangat memusuhi sang mantan PM.

Menurut laporan yang beredar, Lumumba dan rekan-rekannya dipukuli dan dianiaya oleh sipir pimpinan tentara Belgia di bandara Elisabethville. Presiden Tshombe telah membantah klaim tersebut, namun laporan itu didukung oleh kesaksian petugas warga Swedia di bandara tersebut.

Kematian Lumumba memicu demonstrasi dan kerusuhan di Kedutaan Besar Belgia di Moskow, Uni Soviet. Belgia dianggap bertanngungjawab atas gejolak politik yang terjadi di Kongo termasuk kematian Lumumba.

Pemerintah Soviet, sekutu dari Lumumba menuntut penarikan segera pasukan PBB dari Kongo, pengunduran diri Hammerskjold dan pengadilan untuk Presiden Tshombe dan Jenderal Mobutu.

Sepekan setelahnya akhirnya diketahui bahwa Lumumba dan para menterinya sebenarnya telah dibunuh pada 18 Januari, di hari mereka dipindahkan ke Katanga.

Pada 2001, Pemerintah Belgia melakukan penyelidikan mengungkap bahwa pembunuhan atas Lumumba terjadi karena keterlibatan agen intelijen Belgia dan Amerika Serikat.

 BACA JUGA: Kecelakaan Pesawat Misterius Tewaskan Sekjen PBB

Setahun setelahnya Pemerintah Belgia secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas perannya dalam pembunuhan Lumumba dan menanggarkan dana sebesar USD3 juta untuk mendorong demokrasi dan pembangunan di Republik Demokratik Kongo.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini