nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadiri Penetapan Calon, Pasangan Marianus Sae di Pilgub NTT Bungkam

Adi Rianghepat, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 14:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 12 340 1858304 hadiri-penetapan-calon-pasangan-marianus-sae-di-pilgub-ntt-bungkam-PuKgITR23f.jpg Emiliana Nomleni (Foto: Adi Rianghepat/Okezone)

KUPANG - Calon wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emiliana Nomleni, bungkam saat ditanya soal status tersangka pasangan calon gubernurnya Marianus Sae yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK karena suap. Diketahui, Emiliana Nomleni adalah kader PDI Perjuangan yang kemudian disandingkan dengan Marianus Sae menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur diusung PDIP dan PKB.

"Nanti ya," kata Emiliana sambil melangkah keluar lobi sebuah hotel di Kota Kupang usai menghadiri agenda penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Nusa Tenggara Timur, Senin (12/2/2018).

Diketahui Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Marianus Sae terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK Minggu 11 Februari di Surabaya. Akibatnya Bupati Ngada dua periode di Pulau Flores itu ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah itu. Marianus ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Dia diduga menerima uang terkait proyek di wilayah kabupaten tersebut.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018) mengatakan KPK meningkatkan status penanganan perkara Marianus Sae ke penyidikan sebagai penerima dan salah satu pelaku berinisial WIU diduga sebagai pemberi. Marianus diduga menerima uang terkait proyek-proyek yang dikerjakan WIU selaku kontraktor. Selain itu, Marianus juga diduga menjanjikan proyek untuk WIU.

(Baca Juga: Marianus Sae Diciduk KPK, PDIP: Semoga Masih Bisa Diusulkan Penggantinya di Pilgub NTT)

"Diduga pemberian dari WIU ke MSA terkait fee proyek di Ngada, karena PT yang bersangkutan mulai tahun-tahun sebelumnya sudah mendapatkan beberapa proyek dan nanti 2018 dijanjikan mendapatkan proyek tersebut lagi," sebut Basaria.

Marianus Sae disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, WIU disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini