Image

Dituduh Gunakan Facebook untuk Tipu Rakyat, PM Kamboja: Gila dan Bodoh

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 18 1858923 dituduh-gunakan-facebook-untuk-tipu-rakyat-pm-kamboja-dia-gila-dan-bodoh-IJINZK1Oqx.JPG Perdana Menteri Kamboja Hun Sen (Foto: Adnan Abdi/Reuters)

PHNOM PENH – Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen, menyebut rivalnya sebagai orang gila dan bodoh gara-gara sebuah petisi terkait penggunaan akun media sosial Facebook. Sebab, pria berusia 65 tahun itu dituduh menggunakan Facebook untuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan menipu para pemilihnya.

Petisi itu diajukan oleh tim pengacara mantan pemimpin oposisi Sam Rainsy di California, Amerika Serikat (AS), pada pekan lalu. Mereka menuduh Hun Sen melakukan pelanggaran HAM lewat Facebook serta membayar akun-akun palsu demi mendapat ‘likes’ di Facebook guna menipu para pemilih.

“Orang ini gila dan bodoh. Rainsy cuma iri karena laman Facebook resmi saya disukai 9,4 juta orang dibandingkan dia yang hanya 4,5 juta,” ujar PM Hun Sen di depan para wisudawan universitas di Phnom Penh, mengutip dari Reuters, Selasa (13/2/2018).

Kasus tersebut menyorot perhatian atas peran Facebook dalam penyebaran politik di Kamboja. Sebagai informasi, pemerintah Kamboja belum lama ini membubarkan partai oposisi, menangkap pemimpinnya, dan menindak tegas media serta kelompok pembela hak-hak sipil.

Contoh kasus menimpa seorang pria berusia 29 tahun yang menjalani sidang praperadilan pada Senin 12 Februari karena berkomentar di Facebook bahwa pemerintah sekarang otoriter. Pria itu ditangkap pekan lalu tepat pada hari pernikahannya.

Petisi dari tim pengacara Sam Rainsy meminta agar Facebook membongkar semua data penggunaan media sosial tersebut oleh Hun Sen. Sebab, mereka menuduh pemerintah Kamboja menggunakan media sosial buatan Mark Zuckerberg itu untuk mengeluarkan ancaman bagi warga serta dana publik digunakan untuk beriklan di Facebook.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini