Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembunuhan Sadis Menimpa Satu Keluarga di Tangerang yang Berakhir Dramatis

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 13 Februari 2018 |17:54 WIB
Pembunuhan Sadis Menimpa Satu Keluarga di Tangerang yang Berakhir Dramatis
Polisi tengah olah TKP kasus pembunuhan satu keluarga di Tangerang. (Foto: Chyntia Sami B/Okezone)
A
A
A

WARGA Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Tangerang, digegerkan dengan kasus pembunuhan satu keluarga, yang terdiri atas ibu dan kedua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai II Blok B6/5, Senin (13/2/2018). Pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga itu berakhir dramatis, dengan sang bapak ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Tangerang.

Dalam kejadian itu, tiga orang tewas, yaitu Ema (40) dan kedua anaknya Nova (23) serta Tiara (12). Saat ditemukan, Ema dalam kondisi memeluk kedua anaknya di atas tempat tidur. Ema mengalami luka tusuk di bagian kepala dan muka. Sementara anaknya, Tiara, ditemukan luka tusuk di bagian perut.

Sementara sang suami, Muchtar Effendi alias Habib (60), ditemukan dalam kondisi sekarat dengan luka tusukan di bagian leher dan perut. Ia ditemukan di kamar terpisah dari tiga korban lainnya, dalam kondisi kritis. Dengan kondisi kritis itu, ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, kemudian dirujuk ke RS Polri Kramatjati, Jakarta.

 

(TKP pembunuhan satu keluarga di Tangerang dipasang garis polisi. Foto: Chyntia Sami B/Okezone)

Penemuan mayat tiga korban itu berawal dari kecurigaan tetangga korban. Salah satu tetangga korban, Rohayati (30), mendengar teriakan dari rumah Ema pada Senin dini hari, sekira pukul 03.00 WIB. Namun, saat itu, ia tidak mengira ada pembunuhan di rumah tetangganya tersebut. Ia pun mendengar suara piring pecah dari rumah Ema.

"Pertama dengar piring pecah, mau saya tengok mungkin masalah keluarga. Setelah itu enggak ada suara lagi," tuturnya, Senin (13/2/2018).

Esok pagi, ia melihat kejanggalan dari rumah Ema dan Habib. Biasanya, pada pagi hari keduanya sudah mulai beraktivitas di depan rumah.

"Biasa pagi-pagi bu Ema dan Habib itu sibuk aktivitas di depan rumah. Tapi, ini enggak ada apa-apa dan sepi. Makanya warga lapor ke RT lalu datangi ke lokasi. Ternyata di rumah itu sudah meninggal berpelukan," ungkapnya.

(Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Berpelukan, Warga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong)

Mendapat laporan dari warga, jajaran Polres Metro Tangerang langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP itu, polisi mengamankan barang bukti yang dimasukkan ke dalam tiga karung masing-masing berwarna hijau, putih, dan biru. Barang bukti yang diamankan itu berupa baju, bantal, mainan, yang semuanya bersimbah darah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement