Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembunuhan Sadis Menimpa Satu Keluarga di Tangerang yang Berakhir Dramatis

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 13 Februari 2018 |17:54 WIB
Pembunuhan Sadis Menimpa Satu Keluarga di Tangerang yang Berakhir Dramatis
Polisi tengah olah TKP kasus pembunuhan satu keluarga di Tangerang. (Foto: Chyntia Sami B/Okezone)
A
A
A

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, mengatakan, pihaknya juga mengamankan senjata tajam (sajam) jenis belati dengan kondisi terdapat bercak darah. Sajam itu diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

(Baca Juga: Lewati Masa Kritis, Korban Selamat dari Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang Terus Beristigfar)

"Kita dapati juga senjata tajam yang ada bercak darahnya. Diduga ini merupakan alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi dan melukai nyawa keluarga tersebut," ujar Harry, Selasa (13/2/2018).

Korban Selamat Ditetapkan Tersangka

Muchtar Effendi alias Habib (60), yang ditemukan kritis, dilarikan ke RSUD Tangerang, kemudian dirujuk ke RS Polri Kramatjati. Kondisi berangsur membaik pada Selasa (13/2/2018).

Saat pihak kepolisian mendatangi Habib di RS Polri Kramatjati, ia sempat berulang kali mengucap maaf dengan suara terbata-bata. Ia juga terus mengucap istigfar.

"Kami dari Polres Metro Tangerang siang ini mengunjungi salah satu saksi mahkota dari kejadian kemarin. Saat diajak komunikasi, hanya terucap lemas, kemudian terus minta maaf dan istigfar," ujar Harry saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Selasa (13/2/2018).

Dengan kondisinya tersebut, polisi sempat tidak bisa meminta keterangan dari korban. Untuk mengungkap kasus ini, polisi memeriksa tujuh saksi, yang merupakan warga sekitar dan keluarga korban.

(Baca Juga: Polisi Tetapkan Saksi Mahkota sebagai Tersangka Pembunuhan 1 Keluarga di Tangerang)

Berdasarkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti yang didapatkan, Polres Metro Tangerang menetapkan Habib yang sebelumnya korban selamat dari insiden pembunuhan satu keluarga itu sebagai tersangka.

(Tersangka pembunuhan satu keluarga di Tangerang dirawat di RS Polri Kramatjati. Foto: Chyntia Sami B/Okezone) 

Kondisi itu diperkuat dengan pengakuan yang mengalir dari mulut Habib, pasca melewati masa kritisnya ketika dirawat di RS Polri Kramatjati.

"Saat mengunjungi RS Polri dia sempat bilang mengakui perbuatannya. Beberapa kali juga bilang istigfar, minta maaf dan mengaku menyesali perbuatannya," ungkap Harry.

"Kami berdasarkan dari keterangan saksi dan petunjuk yang didapat. Kemudian, terkait pengakuan pelaku dia menyusupkan barbuk dalam lemari itu menjadi pembuktian terakhir hingga akhirnya pelaku ditetapkan menjadi tersangka," katanya.

Dari pengakuan tersangka, polisi mengungkap bahwa Habib kritis lantaran mencoba melakukan upaya bunuh diri dengan menusukkan sajam ke bagian leher dan perut. Upaya bunuh diri itu dilakukan setelah dirinya tega menghabisi istri serta dua buah hatinya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement