Image

Dihadirkan di Persidangan, Sejoli Korban Persekusi di Tangerang Menangis

Chyntia Sami B, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 20:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 338 1859175 dihadirkan-di-persidangan-sejoli-korban-persekusi-di-tangerang-menangis-LYjl99Muim.jpg Sejoli persekusi di Tangerang hadir dalam persidangan (foto: Chyntia/Okezone)

TANGERANG - Sejoli Ryan dan Miadina, korban persekusi oleh warga sekitar Kampung Kadu, RT 07/03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Muhammad Irpan Siregar tersebut, Mia datang dengan mengenakan baju berwarna putih abu, sementara Ryan yang datang dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang. Saat Mia diminta menjelaskan kronologi kejadian, dirinya pun tak kuasa menahan air matanya.

"Pas kejadian itu, saya lagi makan sama Ryan. Abis makan, dia ke kamar mandi sikat gigi. Lalu tiba-tiba pak RT datang nanya saya tinggal sama siapa di kontrakan. Pas Ryan keluar dari kamar mandi, langsung ditarik keluar dan dipukuli," ujar Mia sambil menangis di dalam persidangan.

 (Baca juga: Sejoli Korban Persekusi Akan Dinikahkan Bulan Depan, Biayanya Ditanggung Polresta Tangerang)

Mia bercerita, dalam posisi tersebut ia dan Ryan yang saat ini sudah sah menjadi suaminya tersebut sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan keadaan sebenarnya.

"Di luar sudah ramai warga. Saya digiring ke jalan raya. Baju semua dilepasin, waktu itu masih pakai celana dalam, BH (bra) sudah enggak ada. Kalau Ryan sudah enggak pake sehelai baju pun," tuturnya.

 

Lanjut Mia, perlakuan tersebut didapatkannya atas perintah Ketua RT, yakni Komarudin. Bahkan, Komarudin pun mempersilahkan warga yang ada di lokasi tersebut untuk memukuli ia dan Ryan serta mengabadikan momen tersebut melalui video.

"Yang nyuruh buka baju itu ketua RT, lalu dia bilang 'siapa yang mau pukul mau videoin silahkan'. Lalu, banyak yang mukulin saya sama Ryan. Ketua RW juga nampar saya," ungkapnya sambil terus menangis.

 (Baca juga: Persekusi Sepasang Kekasih Menunjukkan Masyarakat Masih Gemar Main Hakim Sendiri)

Dari kasus persekusi tersebut, pihak kepolisian menetapkan sebanyak enam orang tersangka, yakni Ketua RT Komarudin, Ketua RW Gunawan Saputra, Anwar Cahyadi, Suparlan, Nuryadi dan Suhendar.

Keenam pelaku tersebut didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Rahmadhy Seno dengan pasal 170 KUHP juncto pasal 335 KUHP juncto Pasal 29 Undang Undang Pornografi.

Sebelumnya, kejadian persekusi tersebut terjadi pada Sabtu, 11 November 2017 sekira pukul 22.30 WIB. Aksi persekusi tersebut pun diabadikan melalui video dimana tampak pasangan muda diduga mesum diarak oleh warga mendadak viral di media sosial. Keduanya ditelanjangi dan dianiaya, serta dipaksa melakukan perbuatan mesum dengan disaksikan warga sekitar.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini