Dua dari delapan warga ini, kata dia, pada Sabtu 17 Februari kemarin telah meninggal dunia. Keduanya, juga telah dimakamkan di pemakaman umum setempat.
"Hanya Kang Dedi yang responsif terhadap keluhan warganya. Makanya saya memberanikan diri melayangkan pesan singkat ke beliau, meski Kang Dedi tak lagi menjabat bupati," jelas dia.
Menurut laporan Ikhwan, saat ini pihak keluarga korban tidak mampu menanggung biaya perawatan di Rumah Sakit Bayu Asih. Apalagi, keluarga korban yang meninggal kini membutuhkan biaya tambahan bekas pemulasaraan jenazah dan tahlilan selama 7 hari ke depan.
"Saya laporan, karena kasihan saja," tambah dia.
Keluhan tersebut ternyata direspon oleh Dedi Mulyadi yang kini mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Ia menegaskan, pihaknya bersedia menanggung seluruh biaya perawatan para korban berikut biaya yang muncul karena pemulasaraan jenazah korban.
"Namanya diminta bantuan, ya selama kita mampu harus bantu," singkatnya.