nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nazaruddin Minta KPK Ikuti Aturan Hukum Terkait Usulan Bebas Beryarat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 17:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 19 337 1861619 nazaruddin-minta-kpk-ikuti-aturan-hukum-terkait-usulan-bebas-beryarat-bd94NUOnme.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Terpidana kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlit dan ‎gedung serbaguna Palembang, Muhammad Nazaruddin meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti aturan hukum terkait usulan asimilasi dan bebas bersyarat yang diajukan oleh Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.

"Gini, saya mau itu KPK, Pak Menteri ataupun siapapun institusi di negeri ini, kita ikut dengan aturan, jangan melenceng lagi dengan aturan itu, karena aturanlah yang bisa memperbaiki negeri ini ke depan," kata Nazar sapaan akrab Nazaruddin usai bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP, untuk terdakwa Setya Novanto, Senin (19/2/2018).

(Baca Juga: Nazaruddin: Saya Bangga Bila Mas Anas Berkata Jujur)

‎Nazar mengaku sudah banyak kooperatif dan membantu KPK dalam mengungkap berbagai kasus korupsi. Menurutnya, dia sudah berkata jujur dan siap dipenjara atas kasus-kasus korupsi yang menyeretnya.

"Saya kenapa hari ini mau masuk sampai kena masalah hukum karena ngikutin aturan, kalau saya melawan aturan kan, ini saya kena masalah hukum. Ini saya dipenjara, saya ngikutin aturan. Jadi saya minta siapa pun itu, saya minta di negeri ini, kita di negara hukum, ikutilah aturan," terangnya.

Oleh karenanya, dia meminta agar KPK serta Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamongan Laoly menerima usulan asimilasi serta bebas bersyarat itu. Sebab, dia mengklaim sudah banyak membantu mengungkap kasus.

"Kita harus percaya pada aturan, dan harus menjalankan aturan yang disepakati, jangan orang yang sudah mengorbankankan semuanya untuk membantu KPK, janganlah sampai dilanggar aturan untuk mungkin ada apa ya, kita ikut aturan," tegasnya.‎

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan pihaknya tak akan memberikan rekomendasi untuk asimilasi dan pembebasan bersyarat untuk Nazaruddin. Salah satu alasan penolakan KPK lantaran Nazaruddin sudah banyak mendapat remisi.

Nazaruddin merupakan terpidana dua perkara, yaitu korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 serta gratifikasi dan pencucian uang. Total Nazaruddin dihukum 13 tahun penjara dari dua perkara tersebut.

(Baca Juga: Nazaruddin Diusulkan Bebas, MAKI: Haram Hukumnya)

Nazaruddin dinilai telah memenuhi syarat baik administratif maupun substantif untuk mendapatkan asimilasi dan pembebasan bersyarat. Bahkan, lokasi asimilasi Nazuntuk, sudah ditentukan di sebuah pondok pensantren, di Bandung, Jawa Barat.

Nazaruddin diusulkan mendapat asimilasi dan pembebasan bersyarat oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 23 Desember 2017. Dia dinilai telah menjalani 2/3 masa hukuman pidananya terhitung sejak pertengahan Desember 2017.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini